Jakarta,NortonNews.com – Kebakaran hebat melanda kampung terapung di Sandakan, Sabah, Malaysia, pada Minggu (19/4) dini hari waktu setempat, dan menghanguskan sekitar 1.000 rumah.
Api dilaporkan mulai muncul di sebuah “kampung air” yang berada di kawasan pesisir pantai Sandakan, di wilayah timur laut Sabah.
Menurut laporan The Star, permukiman yang dikenal sebagai Kampung Bahagia tersebut dihuni oleh sebagian masyarakat termiskin di Malaysia, termasuk komunitas pribumi serta warga tanpa kewarganegaraan.
Kepala Kepolisian Sandakan, George Abd Rakman, menyebut peristiwa “berskala sangat besar dan memilukan” itu telah berdampak pada 9.007 warga.
Sementara itu, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Sabah menyatakan menerima laporan kebakaran sekitar pukul 01.30 waktu setempat (17.30 GMT Sabtu) dan langsung mengerahkan 37 personel dari dua pos untuk memadamkan api.
Dilansir dari CNN Indonesia – Pihak departemen menyatakan bahwa kebakaran tersebut melibatkan sekitar 1.000 rumah terapung sementara dengan luas area mencapai 10 acre, yang seluruhnya dilaporkan hangus terbakar.
Selain itu, akses jalan yang sempit di lokasi kejadian membuat kendaraan pemadam kebakaran tidak dapat menjangkau titik api.
Dalam pernyataan tersebut disebutkan bahwa kondisi air laut yang sedang surut turut menyulitkan petugas pemadam dalam mengakses sumber air terbuka di lokasi. Selain itu, hembusan angin kencang juga mempercepat penyebaran api sehingga kebakaran semakin sulit dikendalikan.
Tidak terdapat laporan korban luka maupun korban jiwa, dan pihak berwenang memastikan situasi telah kembali aman.
Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menyampaikan bahwa pemerintah federal tengah berkoordinasi dengan otoritas Sabah untuk menyalurkan bantuan serta menyiapkan tempat penampungan sementara bagi para korban terdampak.
Ia menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah keselamatan warga dan penanganan darurat di lapangan.
Sementara itu, Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI, Heni Hamidah, dalam pernyataan terpisah menjelaskan bahwa sebagian besar penduduk Kampung Bahagia terdiri dari warga negara Malaysia, Filipina, serta WNI yang menikah dengan warga Malaysia.
KJRI bersama Direktorat Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, menurut Heni, juga siap membantu memfasilitasi pengurusan dokumen keimigrasian bagi WNI yang terdampak dan kehilangan dokumen penting akibat kebakaran.
Ia menegaskan bahwa saat ini pemerintah memprioritaskan keselamatan serta pendataan seluruh WNI yang terdampak di lokasi kejadian.
Heni juga mengimbau agar keluarga di Indonesia yang memiliki kerabat di wilayah tersebut tetap tenang dan menunggu informasi resmi dari pihak pemerintah.
You must be logged in to post a comment Login