Jakarta, Norton News – Dikutip dari Detik.com Polusi udara yang semakin parah memaksa Ibu Kota India, New Delhi, pada Senin (18/11) menutup seluruh sekolah dan mengalihkan pembelajaran ke daring. Kabut asap beracun yang melanda kota ini tercatat melampaui batas aman hingga lebih dari 60 kali lipat dari standar yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Kondisi ini semakin memperburuk kualitas udara yang telah mengancam kesehatan warga, terutama anak-anak dan lansia.
Tingkat polusi PM2.5, partikel berbahaya penyebab kanker, mencapai level tertinggi pada 907 mikrogram per meter kubik pada pagi hari—angka yang sangat jauh melampaui batas 15 mikrogram per meter kubik yang dianggap “tidak sehat” oleh WHO. Beberapa stasiun pemantau polusi bahkan mencatat angka yang lebih mengkhawatirkan, dengan satu titik mencapai 980 mikrogram, yang setara dengan 65 kali lipat dari batas aman WHO.
Sebagai respons terhadap kondisi ini, otoritas setempat memutuskan untuk menutup sekolah-sekolah, menghentikan sementara kegiatan konstruksi, dan membatasi akses truk non-esensial ke dalam kota yang berpenduduk sekitar 33 juta jiwa. Meski demikian, masalah ini tetap sulit diatasi meskipun berbagai upaya mitigasi telah dilakukan sebelumnya.
Kebakaran sisa tanaman yang dilakukan petani di luar kota, yang kerap terjadi setiap musim dingin, berkontribusi besar terhadap peningkatan polusi. Ditambah dengan emisi kendaraan bermotor dan polusi industri, kabut asap terus menyelimuti kota, mengurangi jarak pandang, dan bahkan menyebabkan penundaan penerbangan.
Dampak Terburuk pada Warga Miskin
Polusi udara yang semakin buruk ini terutama dirasakan oleh mereka yang tinggal di daerah miskin. Warga yang tidak mampu membeli penyaring udara atau tinggal di rumah yang cukup kedap untuk melindungi dari udara kotor, terpaksa harus menghadapi ancaman kesehatan setiap hari. Di sisi lain, pemerintah menghimbau agar anak-anak, lansia, dan mereka yang memiliki masalah kesehatan untuk tetap berada di dalam ruangan. Namun, bagi sebagian besar warga, melindungi diri dari polusi menjadi hal yang sulit tercapai.
Tantangan Polusi yang Terus Meningkat
Masalah polusi udara di India, khususnya di wilayah utara, semakin parah setiap tahunnya, dengan lebih dari satu juta orang diperkirakan meninggal setiap tahun akibat penyakit yang terkait dengan polusi. Di New Delhi, kualitas udara yang memburuk telah memicu keluhan dari banyak warga yang mengeluhkan batuk dan sakit kepala. Beberapa warga bahkan menggambarkan kondisi ini sebagai “apokaliptik.”
Polusi udara yang memburuk ini telah menimbulkan protes dari warga di media sosial, yang menuntut tindakan nyata untuk mengatasi masalah yang telah mengancam kesehatan dan kualitas hidup mereka.
You must be logged in to post a comment Login