Norton News, BOGOR – Angka kejadian kebakaran di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengalami peningkatan selama periode Juli hingga September 2026. Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bogor mencatat sebanyak 333 kejadian kebakaran dalam kurun waktu tiga bulan tersebut, dengan kebakaran di lahan terbuka menjadi salah satu kategori yang paling banyak ditemukan.
Data Damkar menunjukkan, sepanjang Januari hingga September 2026 terdapat 470 kejadian kebakaran yang melibatkan lahan maupun bangunan. Dari jumlah tersebut, sekitar 70,9 persen terjadi pada periode Juli sampai September. Kasi Pengendalian Operasi Pemadaman Damkar Kabupaten Bogor, Rico Wibisono, menyampaikan bahwa jumlah kejadian kebakaran tertinggi selama periode tersebut berlangsung pada September.
“Jumlah kejadian tertinggi tercatat pada September sebanyak 140 kejadian, disusul Juli sebanyak 99 kejadian dan Agustus sebanyak 94 kejadian,” kata Rico saat ditemui di kantornya, Kamis (22/10/2026).
Kebakaran Lahan Terbuka Menjadi Perhatian
Berdasarkan data yang dihimpun, kebakaran lahan atau ruang terbuka menempati kategori terbanyak dengan total 199 kejadian. Sementara itu, 100 kejadian masuk dalam kategori lainnya dan 93 kejadian merupakan kebakaran rumah.
Tingginya angka kebakaran di area terbuka menjadi perhatian bagi petugas, terutama dalam upaya pencegahan dan pemetaan wilayah rawan. Kondisi vegetasi, ketersediaan sumber air, aktivitas masyarakat, serta akses bagi kendaraan pemadam menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhatikan dalam penanganan kebakaran.
Rico menegaskan pentingnya langkah mitigasi agar potensi kebakaran dapat diantisipasi lebih awal. “Besarnya jumlah kebakaran lahan atau ruang terbuka perlu jadi perhatian mitigasi, terutama untuk mengidentifikasi lokasi rawan, kondisi vegetasi, aktivitas manusia, ketersediaan sumber air, dan akses pemadaman,” ujar Rico.
Cuaca Kering Tingkatkan Risiko Kebakaran
Kondisi cuaca panas yang disertai curah hujan rendah dapat membuat vegetasi kehilangan kelembapan. Rumput, dedaunan, dan semak yang mengering lebih mudah terbakar apabila terkena sumber api.
Selain faktor cuaca, aktivitas manusia juga menjadi salah satu hal yang perlu diwaspadai. Pembakaran sampah di area terbuka maupun kegiatan lain yang menghasilkan sumber api berpotensi memicu kebakaran apabila tidak dilakukan secara aman.
Rico menjelaskan bahwa kondisi vegetasi yang kering dapat memperbesar risiko terjadinya kebakaran ketika terdapat sumber penyalaan.
“Material vegetasi yang kering lebih mudah terbakar jika ada sumber penyalaan, termasuk pembakaran sampah atau aktivitas manusia lainnya,” terang Rico.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati ketika beraktivitas di sekitar lahan kosong, perkebunan, semak belukar, dan kawasan yang memiliki banyak material mudah terbakar.
Pencegahan Perlu Dilakukan Bersama
Tingginya jumlah kejadian kebakaran selama tiga bulan terakhir menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan seluruh pihak. Selain memperkuat pemantauan di lokasi rawan, upaya pencegahan juga membutuhkan keterlibatan masyarakat agar sumber api tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.
Warga diharapkan tidak membakar sampah sembarangan, tidak membuang puntung rokok di area kering, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api yang berpotensi meluas.
Pemetaan kawasan rawan, kesiapan personel dan armada pemadam, serta kemudahan akses menuju lokasi kejadian juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan efektivitas penanganan kebakaran.
Dengan langkah pencegahan yang lebih terarah dan partisipasi masyarakat, risiko kebakaran lahan maupun permukiman di Kabupaten Bogor diharapkan dapat ditekan.
You must be logged in to post a comment Login