Jakarta, NortonNews – Polisi mengungkap kronologi penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, melalui rekaman CCTV. Dalam kasus ini, dua pelaku yang diduga sebagai eksekutor telah diidentifikasi berinisial BHC dan MAK.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, menjelaskan bahwa korban sudah diikuti sejak berada di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Rekaman menunjukkan Andrie memasuki kantor tersebut sekitar pukul 19.45 WIB untuk mengikuti kegiatan podcast.
Setelah korban keluar dari lokasi, pelaku yang diduga telah mengintai sejak awal mulai membuntuti. Dua orang yang berboncengan dalam satu sepeda motor terlihat mengikuti pergerakan korban dan diduga sebagai eksekutor.
Pelaku juga sempat terekam saat korban mengisi bahan bakar di SPBU. Dari rekaman tersebut, terlihat kesesuaian antara pakaian dan kendaraan yang digunakan pelaku saat pembuntutan hingga aksi berlangsung.
Pada waktu tertentu, wajah salah satu pelaku terekam lebih jelas, sebelum akhirnya keduanya menuju lokasi kejadian. Saat di tempat kejadian perkara (TKP), pelaku menyiramkan cairan berbahaya ke arah korban, yang terekam jelas dalam CCTV.
Polisi juga menemukan indikasi keterlibatan pelaku lain, di mana sebuah sepeda motor terlihat sudah menunggu di jalur menuju lokasi kejadian. Setelah melakukan aksinya, para pelaku melarikan diri ke arah berbeda.
Salah satu motor bahkan melawan arus menuju Jalan Diponegoro. Di lokasi tersebut, dua pelaku sempat terlihat membersihkan tubuh mereka menggunakan air mineral, diduga karena cairan yang dibawa mengenai tubuh mereka sendiri. Selain itu, pelaku juga terlihat mengganti pakaian untuk menghilangkan jejak.
Sementara itu, pelaku lain melarikan diri ke arah Matraman dan terekam kamera di underpass. Dari penelusuran CCTV, diketahui bahwa pergerakan pelaku sudah dimulai sejak sore hari sebelum kejadian.
Dilansir dari Liputancom- Di lokasi kejadian, polisi turut menemukan helm yang diduga milik pelaku dan saat ini tengah menjalani uji laboratorium. Berdasarkan pemeriksaan terhadap 15 saksi serta analisis barang bukti dan data kepolisian, dua pelaku berinisial BHC dan MAK telah diidentifikasi.
Namun demikian, polisi menduga jumlah pelaku bisa lebih dari empat orang, seiring dengan perkembangan hasil penyelidikan di lapangan.
You must be logged in to post a comment Login