Nasional

Jejak Dedikasi 3 Kandidat Hoegeng Awards 2026

Acara penganugerahan dijadwalkan dimulai pukul 19.00 WIB di The Tribrata Darmawangsa, Jakarta Selatan, dan dapat disaksikan secara langsung melalui detikcom. Musisi ternama Pongki Barata turut dijadwalkan tampil untuk menghibur para tamu undangan.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Chairman of CT Corp, Chairul Tanjung (CT), dipastikan menghadiri malam penghargaan tersebut. Selain itu, sejumlah menteri Kabinet serta pimpinan lembaga negara juga dijadwalkan ikut hadir.

Penerima penghargaan Polisi Berdedikasi dipilih dari tiga kandidat terbaik yang telah melalui proses penilaian Dewan Pakar Hoegeng Awards 2026. Ketiga finalis tersebut adalah Aiptu Dafit Rico Dermawan, Brigpol Kamaludin, dan Kombes Eko Budhi Purwono.

Dewan Pakar Hoegeng Awards 2026 terdiri atas Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Indonesia Alissa Qotrunnada Wahid, M.Psi, Wakil Ketua Komnas HAM Putu Elvina, S.Psi., M.M., mantan Pelaksana Tugas Pimpinan KPK Dr. Mas Achmad Santosa, S.H., LL.M., anggota Kompolnas Gufron Mabruri, serta Ketua Komisi III DPR Dr. Habiburokhman, S.H., M.H.

1. Aiptu Dafit Rico Dermawan

Aiptu Dafit Rico Dermawan, yang lebih dikenal dengan nama David Wewe, merupakan Ketua Tim Klewang Satreskrim Polresta Padang, Polda Sumatera Barat. Polisi yang menjabat sebagai Kasubnit II Unit VI Satreskrim Polresta Padang ini kerap menjadi sorotan publik berkat aksi penyamarannya saat memburu dan menangkap pelaku kejahatan.

Pengalaman David Wewe di bidang reserse telah berlangsung lebih dari dua dekade. Selama lebih dari 24 tahun ia bertugas sebagai buser, dan sejak 2021 dipercaya memimpin Tim Klewang Polresta Padang. Ia juga aktif membagikan dokumentasi penangkapan pelaku kriminal melalui media sosial sebagai bentuk keterbukaan kepada masyarakat.

Di mata warga, David Wewe dikenal sebagai polisi yang sigap menindaklanjuti setiap laporan. Penilaian tersebut disampaikan Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Andalas (Unand), Sari Lenggogeni, yang menyebut David Wewe selalu berupaya menuntaskan setiap aduan sesuai prosedur yang berlaku.

“Tapi memang dedikasi ya, kalau dia memang tuntas mencarinya. Sesuai dengan SOP, kalau ada laporan, ada apa, ada apa. Misalnya, hal-hal viral ‘Nih, ada yang pemalakan, segala macam’. Nah, kalau ada laporan kan orang pada take, @David Wewe, David Wewe. pasti dia lakukan. Berarti respons cepat beliau,” ujar Sari kepada detikcom.

Dilansir dari Detil.com – Bagi David Wewe, menjadi anggota Polri berarti memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Karena itu, ia berkomitmen menerima setiap laporan yang masuk, sekecil apa pun persoalannya, untuk segera ditindaklanjuti.

“Masalah kita melayani masyarakat dulu. Jadi, saya selalu menerima apapun itu laporan dari masyarakat. Apakah dia curhat di posko atau sekecil apapun masalah kita terima dulu. Kira berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kita utamakan untuk dedikasi kita dari kepolisian dulu,” kata David Wewe.

2. Brigpol Kamaludin

Brigpol Kamaludin dikenal berperan aktif dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di Desa Sermong, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sebagai Bhabinkamtibmas, ia menggagas pemberian bantuan bibit ternak dan bibit tanaman kepada warga agar mereka memiliki sumber penghasilan yang berkelanjutan.

Program yang dimulai pada 2021 tersebut telah menjangkau lebih dari 200 penerima manfaat. Melalui bantuan bibit ayam, bebek, serta berbagai komoditas pertanian, banyak warga yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan kini mampu memperoleh pendapatan hingga jutaan rupiah setiap bulan dari sektor peternakan dan pertanian.

Salah satu penerima manfaat adalah Bambang Akbar. Ia mengaku pada 2022 masih menganggur, namun setelah mendapatkan pendampingan dan bantuan dari Kamaludin, kini usahanya di bidang peternakan dan pertanian berkembang hingga menghasilkan belasan juta rupiah setiap bulan.

“Saya kan dulu motor aja ndak punya, cuma pengangguran, tiap hari, duduk, tidur, kaum rebahanlah istilahnya. Tapi sekarang berkat Pak Kamal, usaha saya ayam pedaging, bebek pedaging, terus usaha holti, cabai, padi, jagung,” ujar Bambang kepada detikcom.

Menurut Kamaludin, program pembagian bibit tersebut bertujuan membantu masyarakat meningkatkan taraf ekonomi tanpa dipungut biaya. Hingga kini, ia telah mendukung 226 peternak, 120 petani yang mengelola berbagai komoditas seperti sayuran, kunyit, dan jagung, serta 11 pelaku UMKM. Dari program itu, perputaran ekonomi masyarakat diperkirakan mencapai Rp30 juta hingga Rp40 juta setiap bulan.

“Peternak itu yang saya support 226 orang. Kalau petani itu 120 orang dari petani baik sayur, kunyit, terus jagung, itu yang saya bantu. Kalau UMKM baru 11 orang. Perputaran ekonominya kisaran di Rp 30-40 juta untuk per bulannya,” kata Kamaludin.

3. Kombes Eko Budhi Purwono

Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Riau, Kombes Pol Eko Budhi Purwono, aktif menginisiasi program pemberdayaan masyarakat melalui konsep Green Policing. Program ini bertujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pemanfaatan hutan.

Lewat Green Policing, Eko memadukan pendekatan penegakan hukum dengan edukasi dan pelatihan kepada warga. Program tersebut dirancang untuk mengubah pola pikir masyarakat agar memiliki sumber penghidupan yang lebih berkelanjutan tanpa harus merusak kawasan hutan.

“Niat Green Policing adalah kembali menghijaukan, tetapi kebesertaan kebersamaan masyarakat untuk menjaga itu, tidak paham kalau kita bicara saja, tapi mereka harus kita masuk melalui memperkenalkan dan kebersamaan bersama pemerintah, sehingga mereka menjadi agen betul, untuk dirinya dan masyarakat sekitarnya, ‘nggak usah lagi, Bang, udah menjadi paru-paru dunia yang Indonesia punya’,” ujar Kombes Eko.

Salah satu daerah yang menjadi fokus pelaksanaan program ini berada di kawasan Kampar Kiri Hulu, Riau. Di wilayah yang berada di tengah kawasan hutan tersebut, para pemuda mendapatkan pelatihan satuan pengamanan (satpam) sebagai bekal memperoleh pekerjaan yang layak, sehingga tidak lagi bergantung pada aktivitas pembukaan hutan.

Penggerak lingkungan di Riau, Dody Rasyid Amin, menjelaskan bahwa desa-desa di kawasan suaka margasatwa memiliki keterbatasan akses terhadap listrik, jalan, internet, hingga pendidikan. Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat sebelumnya menggantungkan hidup dari aktivitas penebangan hutan secara ilegal.

“Tempat saya ini suaka margasatwa, jadi ada 10 desa dalam kawasan hutan, nggak punya listrik, nggak punya jalan, nggak punya internet, jadi memang anak-anak di sini kesempatan untuk sekolah itu terbatas. Mendapat peluang kerja layak itu terbatas, itu banyak yang ilegal logging, mengambil hutanlah kan,” kata Dody Rasyid Amin kepada detikcom.

Menurut Dody, sekitar 60 pemuda telah mengikuti pelatihan satpam yang difasilitasi melalui program Green Policing. Sejumlah peserta kini telah memperoleh pekerjaan, sementara mereka yang telah menyelesaikan pelatihan dipersiapkan menjadi Duta Green Policing untuk mengajak masyarakat menjaga kelestarian lingkungan.

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Batalkan balasan

You May Also Like

Otomotif

JAKARTA, NORTON NEWS – Seiring dengan bocoran gambar yang diduga kuat merupakan Mobil keluaran terbaru yaitu Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid, sejumlah diler di...

Scholar

Oleh: Mikhael Yulius Cobis, Mahasiswa Program Doktoral Universitas Sahid Jakarta Editor: Rudi, NORTON News Stuart Henry McPhail Hall, FBA yang biasa dikenal dengan Stuart...

Nasional

Jakarta,Norton News- Dwi (40), seorang pengemudi ojek online, tampak pasrah saat mengungkapkan keluhannya soal potongan aplikasi yang kian mencekik. Dengan program baru berbayar per...

Copyright © 2022 - 2024 Norton News. All Rights Reserved.