International

Israel Izinkan Bantuan Masuk ke Gaza Jelang Tenggat dari AS

Warga antre untuk menerima bantuan pangan dari United Nations Relief and Works Agency (UNRWA) di Deir el-Balah, Jalur Gaza, 3 November 2024 (Sumber Foto: dok. VOA).

Jakarta, Norton News – Dilansir dari VOA, Israel memberikan izin kepada truk pembawa bantuan kemanusiaan untuk menyeberang ke Gaza Utara pada Senin (11/11). Izin ini diberikan setelah para ahli keamanan global memberikan peringatan terjadinya kemungkinan kelaparan besar terjadi di wilayah Gaza Utara.

Pemberian izin ini juga terjadi pada saat Amerika Serikat sedang membuat keputusan mengenai kemajuan Israel dalam memperbaiki situasi kemanusiaan di Jalur Gaza.

Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat, Jake Sullivan, menyatakan pada publik pada Minggu (10/11) bahwa Washington juga akan memutuskan bagaimana membuat tanggapan atas hal tersebut.

Sebelumnya, Amerika Serikat, melalui pemerintahan Presiden Joe Biden telah menyampaikan kepada Israel melalui surat pada 13 Oktober 2024 lalu untuk mengambil langkah-langkah perbaikan situasi kemanusiaan di jalur Gaza dalam waktu 30 hari; dengan catatan apabila tidak diwujudkan, maka Israel akan berisiko untuk kehilangan bantuan milter Amerika Serikat.

 

Baca Juga: Menko Polkam Pastikan Deli Serdang Kembali Aman Usai Penyerangan Oleh 33 Oknum TNI

Amerika Serikat juga menerangkan bahwa mereka terus mengawasi untuk memastikan tindakan Israel tidak menerapkan “strategi kelaparan” di wilayah utara, tempat PBB memperkirakan antara 75 ribu hingga 95 ribu orang masih berlindung.

Pada Jumat (8/11), Komite Pemantau Kelaparan yang independen mengatakan, dapat “diasumsikan bahwa kelaparan, kekurangan gizi, dan kematian berlebih akibat kekurangan gizi dan penyakit, meningkat pesat” di wilayah utara.

Komite meninjau temuan tersebut berdasarkan standar yang diakui secara internasional yang dikenal sebagai Klasifikasi Fase Keamanan Pangan Terpadu atau IPC.

Badan militer Israel yang menangani urusan sipil Palestina menolak peringatan tersebut. Dikatakan bahwa “semua” proyeksi IPC terbukti “tidak benar dan tidak konsisten dengan situasi di lapangan”.

Militer Israel juga terus beroperasi sesuai dengan hukum internasional, katanya, untuk “memfasilitasi dan mempermudah pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza”.

Menyusul peringatan kelaparan tersebut, kepala badan bantuan Palestina PBB UNRWA menuduh Israel menggunakan kelaparan sebagai senjata. Data PBB juga menunjukkan bahwa jumlah bantuan yang masuk ke Gaza telah turun ke level terendah sepanjang tahun.

Sebaliknya, Duta besar Israel untuk PBB mengatakan kepada Dewan Keamanan bulan lalu bahwa masalah di Gaza bukanlah kurangnya bantuan. Dia menuduh Hamas membajak bantuan tersebut.

Namun sebaliknya, Hamas telah berulang kali membantah tuduhan Israel bahwa pihaknya mencuri bantuan dan mengatakan Israel harus disalahkan atas kekurangan bantuan.

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Batalkan balasan

You May Also Like

Otomotif

JAKARTA, NORTON NEWS – Seiring dengan bocoran gambar yang diduga kuat merupakan Mobil keluaran terbaru yaitu Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid, sejumlah diler di...

Scholar

Oleh: Mikhael Yulius Cobis, Mahasiswa Program Doktoral Universitas Sahid Jakarta Editor: Rudi, NORTON News Stuart Henry McPhail Hall, FBA yang biasa dikenal dengan Stuart...

Nasional

Berasal dari bahasa sunda nama Curug berasal dari dua suku kata yaitu "Cur" yang berarti cai atau air, dan kata "Rugu" yang artinya ngocor...

Copyright © 2022 - 2024 Norton News. All Rights Reserved.