Jakarta, NortonNews.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Selasa (29/9/2026) dengan tekanan. IHSG tercatat turun 29,05 poin atau 0,47 persen ke level 6.118,81 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di 6.147,86.
Pelemahan juga terjadi pada sejumlah indeks saham utama. Indeks LQ45 yang mencerminkan pergerakan 45 saham unggulan turun 4,04 poin atau 0,66 persen ke posisi 607,77 pada awal perdagangan.
Pada pembukaan pasar, tekanan terlihat di sejumlah saham dan indeks sektoral. Kondisi tersebut membuat pergerakan pasar saham domestik berada dalam zona merah pada awal sesi perdagangan.
Sebelumnya, IHSG menutup perdagangan Senin (28/9/2026) di level 6.147,86 atau turun 1,51 persen. Pelemahan pada hari sebelumnya terjadi di tengah perhatian investor terhadap sejumlah sentimen global dan domestik.
Data awal perdagangan menunjukkan IHSG sempat bergerak di kisaran 6.116,25 hingga 6.118,81. Sementara itu, sejumlah indeks lain juga tercatat mengalami pelemahan pada awal sesi.
Pergerakan saham-saham unggulan turut bervariasi. Beberapa saham di sektor energi dan pertambangan tercatat mengalami penurunan, sementara sebagian saham perbankan bergerak berbeda arah.
Dilansir dari Kompas.com – Di sektor perbankan, saham Bank Central Asia (BBCA) turun 0,8 persen ke level 6.175 dan Bank Tabungan Negara (BBTN) melemah 0,46 persen menjadi 1.080. Sebaliknya, Bank Negara Indonesia (BBNI) naik 0,29 persen ke 3.470, sedangkan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menguat 0,64 persen ke level 3.160.
Pelaku pasar selanjutnya akan mencermati perkembangan sentimen domestik maupun global yang dapat memengaruhi arah perdagangan saham sepanjang sesi Selasa.
You must be logged in to post a comment Login