NortonNews.com – HOGERS Indonesia akhirnya memberikan pernyataan terkait insiden kecelakaan maut di Kabupaten Toraja Utara yang menyebabkan seorang anak berinisial J meninggal dunia.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Selasa (5/5), HOGERS Indonesia menyampaikan permintaan maaf serta belasungkawa mendalam atas kecelakaan tragis yang terjadi pada Kamis, 30 April 2026, di wilayah Sendana Buntu Pare, Kecamatan Nanggala.
“Kami turut berduka dan sangat menyesalkan terjadinya musibah ini,” tulis mereka dalam keterangan resmi.
Mereka juga mendoakan agar korban mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, sementara keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi peristiwa tersebut.
Selain itu, HOGERS Indonesia menegaskan bahwa anggota yang terlibat dalam insiden itu siap bertanggung jawab dan saat ini sedang menjalani proses hukum oleh pihak kepolisian. Organisasi tersebut juga menyatakan menghormati seluruh proses hukum yang berlangsung sesuai aturan yang berlaku.
Selain itu, HOGERS Indonesia juga menyoroti pentingnya menghormati nilai adat dan budaya yang dijunjung tinggi masyarakat Toraja. Mereka menyatakan akan terus membangun komunikasi secara kekeluargaan dengan pihak korban serta mengikuti proses penyelesaian yang mengedepankan kearifan lokal.
“Musibah ini menjadi duka mendalam bagi masyarakat Toraja yang dikenal memiliki nilai budaya dan ikatan kekeluargaan yang kuat,” demikian isi pernyataan tersebut.
Dilansir dari Lambeturah.co.id – Sebagai bentuk tanggung jawab, HOGERS Indonesia mengaku sedang melakukan evaluasi internal terhadap anggotanya yang terlibat dalam insiden itu. Mereka menegaskan fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh tanggung jawab moral maupun hukum dijalankan secara kooperatif.
Di tengah suasana berduka, HOGERS Indonesia juga mengimbau masyarakat dan media agar tidak menyebarluaskan foto maupun video lokasi kejadian tanpa sensor.
Langkah tersebut dilakukan untuk menghormati perasaan keluarga korban sekaligus mencegah munculnya trauma yang lebih mendalam akibat beredarnya konten sensitif.
“Diharapkan semua pihak dapat menunjukkan empati dan memberi ruang agar proses penanganan kasus ini dapat berjalan dengan baik,” demikian penutup pernyataan dari HOGERS Indonesia.
You must be logged in to post a comment Login