NORTON NEWS — Harga minyak dunia melemah pada perdagangan awal Senin (19/10/2026) setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan pengecualian terhadap sejumlah sanksi dan tarif untuk Rusia. Kebijakan tersebut berpotensi membuka peluang peningkatan ekspor bahan bakar Rusia sehingga menambah pasokan di pasar global.
Mengutip laporan Reuters, harga minyak mentah Brent turun US$1,43 atau sekitar 1,30 persen menjadi US$108,43 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat terkoreksi 53 sen atau sekitar 0,52 persen ke level US$100,88 per barel.
Pelonggaran Sanksi Berpotensi Menambah Pasokan
Pada Jumat, Trump menandatangani perintah eksekutif yang memberikan pengecualian terhadap sejumlah sanksi dan tarif berdasarkan undang-undang yang dikenal sebagai Graham Act. Langkah ini diperkirakan dapat mempermudah aliran bahan bakar Rusia ke pasar internasional.
Bagi pelaku pasar, kemungkinan bertambahnya pasokan menjadi salah satu faktor yang menekan harga minyak. Sebelumnya, harga minyak sempat menguat hampir 5 persen dalam sepekan karena kekhawatiran terhadap gangguan distribusi energi dunia.
Ketegangan Geopolitik Masih Membayangi Pasar
Meski harga minyak mengalami koreksi, prospek pasokan global masih dibayangi ketidakpastian geopolitik. Ketegangan di Timur Tengah, termasuk gangguan pelayaran di sekitar Selat Hormuz, berpotensi membatasi distribusi minyak dari kawasan penghasil energi utama.
Situasi tersebut membuat pasar harus mempertimbangkan dua faktor yang berlawanan: kemungkinan tambahan pasokan dari Rusia setelah pelonggaran sanksi dan risiko gangguan pengiriman minyak akibat konflik regional. Karena itu, penurunan harga belum tentu menandakan tekanan terhadap harga minyak akan berlanjut dalam jangka panjang.
Dampak Kebijakan AS Masih Perlu Dicermati
Dilansir dari detikNews – Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan bahwa dampak ekonomi dari pengecualian sanksi tersebut akan dievaluasi selama 60 hari. Perkembangan kebijakan Washington, realisasi ekspor energi Rusia, serta kondisi keamanan jalur pelayaran akan menjadi sejumlah faktor yang diperhatikan pasar.
Dengan demikian, pergerakan harga minyak selanjutnya akan bergantung pada perubahan pasokan dan perkembangan geopolitik. Pelaku pasar masih perlu mencermati apakah pelonggaran sanksi benar-benar meningkatkan ketersediaan bahan bakar atau justru tertahan oleh gangguan distribusi di kawasan lain.
You must be logged in to post a comment Login