Nasional

Gunung Semeru kembali erupsi sebanyak 30 kali dan memuntahkan asap vulkanik setinggi sekitar 1.000 meter dari kawah puncak

NortonNews.com – Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Senin (25/5/2026). Berdasarkan data Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru, tercatat terjadi 30 kali letusan sejak pukul 00.00 hingga 12.00 WIB. Dari seluruh aktivitas tersebut, hanya satu erupsi yang terlihat secara visual dengan tinggi kolom abu mencapai 1.000 meter di atas Kawah Jonggring Saloko.

Petugas PPGA Semeru, Sigit Rian Alfian, menyebut erupsi terjadi pada pukul 07.09 WIB dengan kolom abu terpantau membubung setinggi 1.000 meter di atas puncak gunung.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lumajang, Insugroho, menyampaikan bahwa hingga kini belum ada laporan terkait dampak yang ditimbulkan akibat erupsi tersebut.

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lumajang Insugroho, sampai saat ini belum ditemukan laporan mengenai dampak dari erupsi Gunung Semeru.

Insugroho selaku Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lumajang menyebut belum ada informasi atau laporan dampak erupsi yang diterima pihaknya hingga saat ini.

Meski demikian, berdasarkan arah angin yang membawa asap erupsi Gunung Semeru, Isnugroho memperkirakan hujan abu vulkanik berpotensi terjadi di wilayah sekitar Kabupaten Malang. Saat letusan berlangsung, angin diketahui bertiup ke arah barat laut. Hingga kini belum ada laporan dampak yang diterima, namun kemungkinan hujan abu diperkirakan mengarah ke kawasan Malang.

Isnugroho mengatakan, meski belum ada laporan dampak erupsi, arah angin yang bergerak ke barat laut saat letusan Gunung Semeru terjadi memungkinkan hujan abu vulkanik mengguyur wilayah sekitar Kabupaten Malang.

Dilansir dari Kompas.com – Menurut Isnugroho, sementara ini belum ditemukan laporan dampak akibat erupsi Gunung Semeru. Namun, melihat arah embusan angin ke barat laut, hujan abu diperkirakan dapat terjadi di area sekitar Kabupaten Malang.

Isnugroho menyampaikan bahwa status aktivitas vulkanik Gunung Semeru saat ini masih berada pada Level III atau Siaga. Tingginya intensitas erupsi dinilai berpotensi menimbulkan hujan abu di kawasan lereng gunung. Selain itu, jika hujan deras terjadi, material vulkanik yang menumpuk akibat letusan dan guguran berisiko memicu banjir lahar.

Ia menjelaskan, banyaknya aktivitas erupsi saat ini dapat menyebabkan aliran lahar membawa material vulkanik dalam jumlah besar ketika hujan lebat mengguyur area sekitar gunung. Karena itu, masyarakat diminta tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak.

Warga juga diimbau untuk menghindari area dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan, sebab kawasan tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar yang dapat menjangkau hingga 13 kilometer dari puncak Gunung Semeru.

Apalagi, kawasan sekitar Gunung Semeru belakangan ini sering diguyur hujan deras yang dapat meningkatkan risiko banjir lahar. Karena itu, masyarakat diminta waspada terhadap potensi awan panas guguran (APG), aliran lava, serta lahar di sepanjang sungai yang berhulu dari puncak gunung.

Selain aktivitas erupsi yang masih tinggi, curah hujan lebat di sekitar Gunung Semeru juga dinilai berpotensi memicu banjir lahar. Warga pun diimbau tetap siaga terhadap ancaman awan panas guguran, guguran lava, dan aliran lahar di jalur sungai yang bersumber dari puncak Semeru.

Menurut Isnugroho, hujan deras yang kerap terjadi di area sekitar Gunung Semeru membuat risiko banjir lahar semakin meningkat. Ia mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi APG, guguran lava, dan lahar yang dapat mengalir melalui sungai-sungai berhulu di puncak gunung.

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Batalkan balasan

You May Also Like

Otomotif

JAKARTA, NORTON NEWS – Seiring dengan bocoran gambar yang diduga kuat merupakan Mobil keluaran terbaru yaitu Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid, sejumlah diler di...

Scholar

Oleh: Mikhael Yulius Cobis, Mahasiswa Program Doktoral Universitas Sahid Jakarta Editor: Rudi, NORTON News Stuart Henry McPhail Hall, FBA yang biasa dikenal dengan Stuart...

Nasional

Berasal dari bahasa sunda nama Curug berasal dari dua suku kata yaitu "Cur" yang berarti cai atau air, dan kata "Rugu" yang artinya ngocor...

Copyright © 2022 - 2024 Norton News. All Rights Reserved.