Nasional

Gunung Anak Krakatau Meletus 8 Kali, Kolom Abu Capai 500 Meter

NORTON NEWS — Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, mengalami delapan kali erupsi pada Minggu (18/10/2026). Kolom abu tertinggi dari rangkaian letusan tersebut mencapai sekitar 500 meter di atas puncak gunung.

Berdasarkan laporan pemantauan, kolom abu yang keluar dari kawah terlihat berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal. Arah sebaran abu berubah mengikuti kondisi angin selama aktivitas erupsi berlangsung.

Erupsi Terjadi Sejak Siang hingga Malam

Petugas mencatat kolom abu tertinggi muncul dalam erupsi pada pukul 11.44 WIB dan kembali teramati pada pukul 12.01 WIB. Pada kejadian tersebut, abu berwarna hitam dan bergerak ke arah utara.

Letusan pada pukul 12.01 WIB terekam oleh seismograf dengan amplitudo maksimum 51 milimeter dan durasi sekitar 41 detik. Setelah itu, aktivitas kembali tercatat pada pukul 12.57 dan 12.59 WIB dengan kolom abu sekitar 100 meter di atas puncak.

Pada sore hari, erupsi kembali terjadi dengan kolom abu sekitar 200 meter di atas puncak. Aktivitas letusan juga terekam pada malam hari, termasuk pada pukul 22.22 dan 22.25 WIB. Pada salah satu kejadian malam tersebut, tinggi kolom abu tidak dapat diamati secara visual.

Status Gunung Anak Krakatau Masih Siaga

Hingga laporan pengamatan Senin (19/10/2026) pagi, status aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga. Petugas juga mencatat aktivitas kegempaan, termasuk gempa frekuensi rendah, gempa hybrid, gempa vulkanik dangkal, dan gempa vulkanik dalam.

Masyarakat, nelayan, serta wisatawan diminta tidak mendekati kawasan gunung api dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi. Selain itu, aktivitas juga dilarang dalam radius satu kilometer dari pulau baru di sektor barat laut dan tenggara Gunung Anak Krakatau.

Warga Pesisir Diminta Mengikuti Informasi Resmi

Dilansir dari Liputan6.com  – Petugas mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya vulkanik, seperti lontaran batu pijar, hujan abu lebat, aliran lava, dan erupsi sekunder yang dapat terjadi akibat kontak material panas dengan air laut atau air hujan.

Warga pesisir Banten dan Lampung juga diimbau tetap tenang serta tidak mudah mempercayai kabar yang belum terverifikasi, termasuk informasi yang mengaitkan erupsi dengan kemungkinan tsunami. Masyarakat disarankan mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui informasi resmi dari pihak berwenang.

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Batalkan balasan

You May Also Like

Nasional

Jakarta,Norton News- Dwi (40), seorang pengemudi ojek online, tampak pasrah saat mengungkapkan keluhannya soal potongan aplikasi yang kian mencekik. Dengan program baru berbayar per...

Otomotif

JAKARTA, NORTON NEWS – Seiring dengan bocoran gambar yang diduga kuat merupakan Mobil keluaran terbaru yaitu Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid, sejumlah diler di...

Scholar

Oleh: Mikhael Yulius Cobis, Mahasiswa Program Doktoral Universitas Sahid Jakarta Editor: Rudi, NORTON News Stuart Henry McPhail Hall, FBA yang biasa dikenal dengan Stuart...

Copyright © 2022 - 2024 Norton News. All Rights Reserved.