Jakarta, NortonNews.com – Kepadatan penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) terjadi di Stasiun Duri, Jakarta Barat, pada Senin (5/10/2026) sore. Kondisi tersebut terjadi bertepatan dengan jam pulang kerja, ketika eskalator di stasiun tersebut masih dalam proses perbaikan.
Penumpukan penumpang membuat proses transit menjadi lebih lama dibandingkan biasanya. Sejumlah penumpang bahkan harus menunggu sebelum dapat berpindah peron karena kondisi di area tangga cukup padat.
Salah seorang penumpang, Latifah, mengatakan kepadatan terjadi karena pengguna harus mengandalkan tangga manual selama eskalator mengalami gangguan.
“Ini kayaknya karena eskalator yang rusak deh, jadi pada numpuk di tangga manualnya. Eskalator kabarnya udah rusak dari weekend kemarin, kabarnya eskalator naiknya mendadak turun dan banyak yang luka,” kata Latifah kepada wartawan, Senin (5/10).
Menurut Latifah, kondisi semakin padat karena pengguna dari arah Stasiun Tangerang juga melewati akses tangga yang sama. Sementara itu, lift yang tersedia masih belum dapat digunakan sehingga penumpang harus berdesakan.
“Jadi orang-orang pada lewat tangga manual, terus dempet juga sama tangga naik (orang-orang yang dari Stasiun Tangerang), jadi desekan,” kata dia.
Ia mengaku memilih untuk tetap berada di area atas karena khawatir terjebak dalam kepadatan penumpang.
“Iya bener chaos, aku nggak turun peron, aku stay di atas dulu, takut Takut desek-desek nggak bisa napas. Terus biasanya kalo padat gitu banyak yang dorong-dorong dan emosian juga,” imbuhnya.
Kondisi tersebut juga membuat waktu transit menjadi lebih panjang. Latifah mengatakan, biasanya penumpang dapat langsung berpindah peron dan menaiki kereta, tetapi situasi pada Senin sore berbeda karena area tersebut sangat penuh.
“Biasanya kalau mau pindah peron tuh bisa langsung naik ke gerbong. Kalau tadi kayaknya nggak bisa langsung masuk gerbong deh udah penuh banget dan papasan juga sama yang turun. Ada kali sejam (transit),” jelasnya.
KAI Commuter Tambah Personel
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengatakan perbaikan eskalator masih berlangsung. Ia menyampaikan permintaan maaf atas kepadatan yang terjadi selama proses perbaikan.
“Kami memahami bahwa dalam periode perbaikan yang dilakukan, akan terjadi antrian aksesibilitas pengguna commuter line untuk naik/turun di jalur 5 khususnya pada waktu puncak. Oleh karenanya kami juga melakukan penambahan personil untuk membantu pengaturan flow pengguna di Stasiun Duri,” kata Karina.
Karina menjelaskan bahwa pengguna masih dapat memanfaatkan satu eskalator, tangga manual, serta lift yang tersedia.
“Paralel akses 1 eskalator, tangga manual dan lift tersedia dan dapat digunakan oleh pengguna. Sekali lagi kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi selama proses perbaikan eskalator ini dilakukan.” imbuhnya.
Sebelumnya, eskalator Stasiun Duri mengalami gangguan pada Sabtu (3/10/2026) dan sempat bergerak mundur saat digunakan. Insiden tersebut menyebabkan 12 pengguna mengalami luka dan mendapatkan penanganan medis.
You must be logged in to post a comment Login