Bekasi, Norton News – Tragedi memilukan menimpa keluarga Ermanto Usman (65) dan Pasmilawati (60) di Perumahan Prima Lingkar Asri, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi. Pasangan tersebut ditemukan meninggal dunia dengan dugaan akibat penganiayaan, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga.
Fiandy A Putra (33), anak sulung korban, meyakini kejadian yang menimpa ayahnya bukan sekadar aksi perampokan biasa, melainkan pembunuhan yang telah direncanakan.
“Bapak saya sudah 9 tahun lalu pensiun dari PT JICT, anak perusahaan Pelindo. Apa yang dilakukan ayah saya adalah sesuatu yang kami semua paham seperti apa risikonya,” ujar Putra, Selasa (3/3/2026).
Kecurigaan atas motif kejadian
Dilansir Dari Kompas – Meski tidak mengetahui secara detail aktivitas ayahnya sebelum peristiwa itu, Putra menduga kuat insiden tersebut berkaitan dengan upaya sang ayah dalam mengungkap kebenaran dan membela kepentingan orang-orang kecil di lapangan.
“Karena ayah saya berusaha membuka kebenaran dan memperjuangkan orang-orang di lapangan yang kesulitan,” katanya.
Keluarga menemukan sejumlah kejanggalan di dalam rumah. Bagian lantai dua tetap dalam kondisi rapi, dan dokumen-dokumen penting masih tersimpan aman. Adik Putra, Dinda Nada Alifah, yang tidur di lantai dua saat kejadian, mengunci pintu kamar dan tidak mendengar adanya keributan.
“Kemarin sudah dicek dari pihak kepolisian, bagian atas steril. Adik saya juga selalu mengunci pintu saat tidur,” jelas Putra.
Beberapa barang dilaporkan hilang, seperti kunci mobil dan gelang emas. Namun, barang-barang yang dinilai paling penting oleh keluarga justru tidak tersentuh.
“Barang penting yang kami tahu tidak diambil pelaku. Walaupun kunci mobil dibawa, apa gunanya kalau mobilnya tidak ikut diambil?” tambahnya.
Penemuan korban
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal, mengungkapkan bahwa anak bungsu korban, Dinda, terakhir berinteraksi dengan kedua orangtuanya sekitar pukul 22.00 WIB. Ia tidak mendengar suara mencurigakan dan kembali tidur sekitar pukul 01.00 WIB.
Peristiwa tersebut baru terungkap ketika Dinda terbangun untuk sahur dan merasakan situasi yang berbeda dari biasanya.
“Alarm berbunyi pukul 04.15 WIB, lalu ia turun ke lantai bawah untuk membangunkan ibunya. Tidak ada jawaban, yang terdengar hanya suara seperti orang mendengkur,” ujar Andi.
Keluarga kemudian memecahkan kaca jendela untuk masuk dan mendapati kedua orangtua mereka sudah tergeletak di lantai bawah.
Penyelidikan terus berjalan
Polisi mengerahkan anjing pelacak (K-9) dari Direktorat Polisi Satwa untuk menelusuri jejak pelaku, mulai dari dalam rumah hingga ke Jalan Raya Kalimalang di depan pagar.
Penanganan perkara ini melibatkan Polsek Pondok Gede, Polres Metro Bekasi Kota, serta Jatanras Polda Metro Jaya guna mengungkap pelaku dan motif di balik kejadian tersebut.
Fiandy berharap kasus ini segera terungkap.
“Ayah saya mudah-mudahan wafat sebagai pejuang, mati syahid di jalan Allah,” ucapnya.
You must be logged in to post a comment Login