Sport

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kemenpora Pangkas 191 Regulasi dan Catat Prestasi Olahraga

Jakarta, NORTON NEWS – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mencatat sejumlah perubahan dalam tata kelola olahraga dan pembangunan kepemudaan selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Di bawah kepemimpinan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, agenda transformasi mencakup penyederhanaan regulasi, peningkatan prestasi atlet, serta penguatan karakter generasi muda.

Salah satu perubahan utama yang disampaikan Kemenpora adalah penyederhanaan 191 Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga menjadi empat regulasi utama. Jumlah pasal dalam regulasi tersebut juga dikurangi sekitar 60 persen, dari kurang lebih 1.500 menjadi sekitar 600 pasal.

Empat regulasi itu mencakup pelayanan kepemudaan, pembudayaan olahraga, pembinaan olahraga prestasi, dan industri olahraga. Penyederhanaan ini diarahkan untuk mengurangi tumpang tindih aturan, mempercepat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, serta memperluas keterlibatan sektor swasta dalam pengembangan olahraga nasional.

Olahraga Didorong Menjadi Penggerak Ekonomi

Kemenpora juga mendorong perubahan pendekatan dalam pengelolaan olahraga. Selain berorientasi pada pencapaian prestasi, olahraga diposisikan sebagai sektor yang berpotensi mendukung pertumbuhan ekonomi melalui industri olahraga, wisata olahraga, dan penciptaan lapangan kerja.

Erick Thohir menyampaikan bahwa penyederhanaan regulasi merupakan bagian dari upaya menjadikan birokrasi sebagai pendukung, bukan penghambat, bagi perkembangan olahraga. Kolaborasi antara pemerintah, federasi olahraga, pemerintah daerah, dan dunia usaha dinilai penting untuk membangun ekosistem yang berkelanjutan.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat pembinaan atlet sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat dan pelaku industri olahraga.

Indonesia Catat Hasil Positif di Kompetisi Internasional

Dalam bidang prestasi, Indonesia menempati peringkat kedua pada SEA Games Thailand 2025 dengan raihan 91 medali emas, 111 perak, dan 131 perunggu. Hasil ini menjadi salah satu capaian yang disorot Kemenpora, terutama karena Indonesia meraih posisi tersebut ketika tidak menjadi tuan rumah.

Sejumlah atlet juga mencatatkan prestasi individual. Lifter Rizki Juniansyah membukukan rekor dunia pada angkatan clean and jerk seberat 205 kilogram dan total angkatan 365 kilogram di kelas 79 kilogram. Sementara itu, atlet lompat galah Diva Renata Jayadi mencatatkan rekor SEA Games sekaligus rekor nasional melalui lompatan setinggi 4,35 meter.

Pada ASEAN Para Games Thailand 2025 yang berlangsung Januari 2026, kontingen Indonesia kembali menempati posisi kedua dengan raihan 135 medali emas dan total 393 medali.

Sementara itu, dalam Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Indonesia membawa pulang lima medali emas, 11 perak, dan 23 perunggu. Raihan emas tersebut melampaui target awal empat medali emas, dengan kontribusi dari cabang bulu tangkis, angkat besi, panjat tebing, dan panahan.

Sepak Bola dan Pembinaan Atlet Jadi Perhatian

Kemenpora turut menyoroti perkembangan sepak bola nasional. Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026 yang diselenggarakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, serta Stadion Si Jalak Harupat, Bandung.

Dalam turnamen tersebut, tim nasional Indonesia meraih gelar juara setelah mengalahkan Thailand melalui adu penalti pada pertandingan final 5 Oktober 2026. Capaian ini menjadi salah satu hasil yang dikemukakan dalam evaluasi prestasi olahraga selama dua tahun pemerintahan.

Erick menekankan bahwa prestasi tidak seharusnya hanya bergantung pada keberhasilan dalam satu kompetisi. Menurutnya, pembinaan yang konsisten, target yang terukur, serta kesinambungan dari tahap pembibitan hingga kompetisi internasional diperlukan agar atlet Indonesia dapat bersaing dalam jangka panjang.

Kemenpora Siapkan Penguatan Karakter Pemuda

Dilansir dari Liputan6.com – Selain olahraga, agenda transformasi juga mencakup pembangunan karakter generasi muda. Menjelang peringatan 100 tahun Sumpah Pemuda pada 2028, Kemenpora menyiapkan cetak biru kepemudaan nasional dan Desain Besar Karakter Pemuda Indonesia.

Program tersebut bertumpu pada tiga nilai utama, yakni patriotik, gigih, dan empatik. Ketiganya diarahkan untuk membentuk pemuda yang memiliki rasa tanggung jawab terhadap bangsa, mampu menghadapi perubahan dan persaingan, serta memiliki kepedulian sosial.

Kemenpora juga mendorong keterlibatan lintas sektor, mulai dari kementerian dan pemerintah daerah hingga organisasi kepemudaan serta sektor industri. Kolaborasi tersebut diharapkan membuat pembangunan karakter pemuda menjadi program berkelanjutan, bukan sebatas kegiatan seremonial.

Secara keseluruhan, Kemenpora menempatkan penyederhanaan birokrasi, prestasi olahraga, dan pembangunan karakter pemuda sebagai bagian dari transformasi selama dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi kebijakan agar capaian yang telah dilaporkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi atlet serta generasi muda Indonesia.

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Batalkan balasan

You May Also Like

Nasional

Jakarta,Norton News- Dwi (40), seorang pengemudi ojek online, tampak pasrah saat mengungkapkan keluhannya soal potongan aplikasi yang kian mencekik. Dengan program baru berbayar per...

Otomotif

JAKARTA, NORTON NEWS – Seiring dengan bocoran gambar yang diduga kuat merupakan Mobil keluaran terbaru yaitu Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid, sejumlah diler di...

Scholar

Oleh: Mikhael Yulius Cobis, Mahasiswa Program Doktoral Universitas Sahid Jakarta Editor: Rudi, NORTON News Stuart Henry McPhail Hall, FBA yang biasa dikenal dengan Stuart...

Copyright © 2022 - 2024 Norton News. All Rights Reserved.