NortonNews – Menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendapat penilaian positif dari sejumlah pihak. Pakar komunikasi politik Emrus Sihombing bahkan menyebut Kementerian Pertanian sebagai salah satu kementerian dengan kinerja paling menonjol dalam kabinet.
Emrus menegaskan bahwa keberhasilan kementerian perlu dinilai berdasarkan hasil nyata dan kemampuannya menjawab kebutuhan masyarakat. Menurutnya, sektor pertanian menunjukkan capaian yang patut mendapat perhatian.
Penilaian serupa juga muncul dalam laporan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran yang dirilis Center of Economic and Law Studies (CELIOS) pada 12 Oktober 2026. Dalam survei terhadap 994 responden, Amran menempati posisi teratas sebagai menteri berkinerja terbaik dengan skor 140.
Salah satu faktor yang menjadi sorotan adalah pencapaian swasembada pangan yang diklaim berhasil diraih dalam waktu satu tahun, lebih cepat dari target awal empat tahun. Presiden Prabowo Subianto juga telah memberikan pengakuan terhadap pencapaian tersebut.
Dilansir dari detik.com – Berdasarkan data yang disampaikan dalam laporan tersebut, produksi beras nasional pada 2025 mencapai 34,69 juta ton, sementara cadangan beras pemerintah mencatat rekor sebesar 5,3 juta ton. Indonesia juga menghentikan impor beras pada tahun yang sama dan kembali melakukan ekspor ke sejumlah negara.
Di sisi kesejahteraan petani, Nilai Tukar Petani (NTP) pada September 2026 mencapai 131,11. Capaian ini didukung sejumlah kebijakan, termasuk penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram serta penurunan harga pupuk bersubsidi hingga 20 persen.
Berbagai pencapaian tersebut dinilai memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendukung kesejahteraan petani. Meski demikian, evaluasi kinerja pemerintah tetap perlu mempertimbangkan capaian nyata dan dampaknya bagi masyarakat secara berkelanjutan.
You must be logged in to post a comment Login