BANDUNG, NortonNews.com – Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat mencatat sedikitnya 65 kasus positif Influenza A di Kota Bandung berdasarkan hasil pemeriksaan swab dan Whole Genome Sequencing (WGS) di Laboratorium Kesehatan (Labkes) Jawa Barat.
Data tersebut merupakan kasus yang telah terdeteksi hingga Jumat (25/9/2026). Kepala Dinkes Jawa Barat Raden Vini Adiani Dewi mengatakan angka tersebut berasal dari warga yang menjalani pemeriksaan dan hasilnya masuk dalam pendataan Labkes Jabar.
Vini menjelaskan, jumlah yang tercatat belum tentu menggambarkan keseluruhan kasus yang terjadi di masyarakat. Salah satu faktornya adalah keterbatasan pemeriksaan WGS serta masih adanya masyarakat yang tidak melakukan pemeriksaan ketika mengalami gejala.
“Yang sudah masuk ke kami itu sementara di daftar itu sekitar 65 kasus,” ujar Vini di Bandung, Jumat (25/9/2026).
Gejala Bisa Lebih Berat dari Flu Biasa
Menurut Dinkes Jabar, Influenza A merupakan infeksi virus yang dapat menimbulkan gejala seperti demam tinggi, sakit kepala atau pusing, pegal-pegal, hingga tubuh terasa lemas.
Vini mengatakan karakteristik Influenza A yang saat ini terdeteksi di Bandung antara lain memiliki tingkat penularan yang relatif cepat dan gejalanya dapat terasa lebih berat dibandingkan flu biasa.
Meski demikian, masyarakat diminta tidak panik. Dinkes Jabar menyatakan hingga laporan tersebut disampaikan belum terdapat laporan kematian akibat infeksi Influenza A di Jawa Barat. Namun, risiko komplikasi tetap perlu diperhatikan, terutama pada kelompok rentan dan orang dengan penyakit penyerta.
Dinkes Jabar menyarankan masyarakat memantau kondisi tubuh sejak munculnya gejala. Apabila demam tinggi, batuk, pilek, pusing, atau sesak napas tidak membaik dalam waktu sekitar tiga hari, warga dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Warga Diminta Kembali Terapkan PHBS
Dilansir dari ANTARANEWS.COM – Untuk mengurangi risiko penularan, masyarakat diminta kembali memperhatikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Langkah yang dianjurkan antara lain mencuci tangan secara rutin, menggunakan masker ketika berada di tempat ramai, menjaga jarak ketika sedang mengalami gejala, serta melakukan isolasi mandiri apabila kondisi memungkinkan.
Masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan vaksinasi influenza yang tersedia sebagai salah satu upaya pencegahan.
Dinkes Jabar mengingatkan kelompok rentan, termasuk anak-anak dan orang dengan komorbid seperti penyakit jantung, diabetes, TBC, atau HIV, agar lebih memperhatikan kondisi kesehatan apabila mengalami gejala influenza.
Dengan ditemukannya 65 kasus yang telah terkonfirmasi melalui pemeriksaan, Dinkes Jabar terus mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan dan segera mencari pertolongan medis apabila gejala berkembang menjadi lebih berat.
You must be logged in to post a comment Login