NortonNews- com. Seorang pria di Kota Medan, Sumatera Utara, menjadi sasaran kemarahan warga setelah diduga menyiram seorang juru parkir menggunakan air panas. Peristiwa tersebut menjadi viral di media sosial setelah beredar video yang memperlihatkan pelaku tergeletak di jalan dengan luka di bagian kepala.
Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah warga mengerumuni pria tersebut usai diduga melakukan penyiraman terhadap seorang tukang parkir di kawasan Marelan.
Awalnya, narasi yang menyertai video menyebutkan bahwa korban disiram menggunakan air keras. Namun, hasil keterangan sementara dari pihak kepolisian menyatakan cairan yang digunakan diduga merupakan air panas, bukan air keras seperti yang ramai diberitakan.
Lurah Tanah Enam Ratus, Kecamatan Medan Marelan, Zumirel Ady Shah Putra, mengatakan pihaknya menerima informasi mengenai insiden tersebut sekitar pukul 11.00 WIB di Jalan Marelan Raya pada Senin (1/6/2026).
“Kami langsung mengecek ke lokasi dan saat itu korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Eshmun untuk mendapatkan penanganan medis,” ujar Ady, Selasa (2/6/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban dan pelaku diketahui saling mengenal sebelum peristiwa itu terjadi. Perselisihan diduga bermula dari masalah utang yang belum diselesaikan oleh pelaku kepada korban yang bekerja sebagai tukang parkir.
Menurut Ady, utang tersebut telah berlangsung cukup lama dan belum juga dilunasi. Saat keduanya bertemu, persoalan tersebut kembali dibahas hingga memicu pertengkaran.
“Informasi yang kami peroleh, pelaku memiliki utang kepada tukang parkir tersebut dan sudah lama belum dibayarkan,” jelasnya.
Ketegangan antara keduanya kemudian meningkat dan diduga berujung pada tindakan penganiayaan. Pelaku disebut merasa tersinggung setelah diejek serta mengalami pukulan di bagian kepala. Tak lama kemudian, ia kembali mendatangi korban dan diduga melakukan penyiraman menggunakan air panas.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Sementara itu, pelaku sempat menjadi sasaran amukan warga yang mengetahui peristiwa tersebut sebelum akhirnya diamankan oleh petugas kepolisian.
Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Raja Putra Napitupulu, membenarkan bahwa pelaku telah diamankan dan saat ini masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Benar, pelaku sudah kami amankan. Saat ini kami masih mendalami motif kejadian tersebut. Untuk cairan yang digunakan, sejauh ini hasil pemeriksaan sementara menunjukkan bahwa itu bukan air keras, melainkan air panas,” ujar Raja.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara lengkap kronologi kejadian serta memastikan jenis cairan yang digunakan dalam insiden tersebut.
You must be logged in to post a comment Login