Rio de Janeiro, NortonNews.com – Sekelompok wisatawan di Puncak Morro Dois Irmãos mengalami momen menegangkan pada Senin pagi (20/4/2026), saat suara baku tembak terdengar sangat dekat dengan lokasi mereka.
Destinasi ini memang terkenal karena panorama indah yang menghadap ke Pantai Ipanema. Pagi itu, sekitar 200 turis telah berkumpul untuk menyaksikan momen matahari terbit yang menjadi daya tarik utama.
Mengutip laporan BBC pada Selasa (21/4), seorang turis asal Portugal, Matilda Oliveiro, menjadi salah satu saksi kejadian tersebut. Ia bersama saudarinya, Rita, sedang menanti sunrise ketika para pemandu tiba-tiba meminta seluruh wisatawan untuk duduk demi keamanan.
“Kami awalnya menanti matahari terbit, namun tiba-tiba para pemandu meminta kami duduk. Tak lama kemudian, suara tembakan mulai terdengar,” ujarnya kepada TV Globo.
Dilansir dari Detik.com – Baku tembak tersebut diketahui melibatkan petugas dari Kantor Kejaksaan Bahia bersama Polícia Civil yang berhadapan dengan anggota geng Comando Vermelho. Kelompok ini diduga bersembunyi di kawasan Vidigal.
Situasi memanas membuat akses utama menuju jalur pendakian ditutup. Akibatnya, para wisatawan yang panik tidak bisa keluar dan terjebak di lokasi.
Menurut Rita Oliveiro, para pemandu sebenarnya sudah mendapat informasi sebelumnya terkait operasi tersebut. Seorang pemandu lokal juga mengatakan kepada TV Globo bahwa mereka telah berkoordinasi dengan aparat yang bertugas di Vidigal.
“Kami kaget. Saat sudah berada di puncak, tiba-tiba terdengar suara tembakan, dan pemandu langsung memberi tahu apa yang sedang terjadi,” ujar Danielly Nobre (25).
Ia menambahkan, para pemandu berusaha menenangkan rombongan dengan memastikan situasi tetap terkendali. Bahkan, sebuah helikopter polisi yang melintas juga meminta mereka untuk tetap tenang.
Sekitar 30 menit kemudian, kondisi berangsur membaik. Rombongan wisatawan yang sempat terjebak akhirnya bisa turun dari lokasi secara bertahap.
Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan para turis duduk di tanah saat matahari terbit, sementara helikopter polisi berputar di atas dan suara tembakan terdengar dari kejauhan.
“Pada akhirnya semuanya berjalan aman. Kami turun satu per satu, saling membantu, tetap menyelesaikan pendakian, menikmati matahari terbit, sekaligus merasakan adrenalin yang luar biasa,” tutur Nobre.
Diketahui, Comando Vermelho dan kelompok serupa menerapkan aturan ketat di wilayah kekuasaannya. Aktivitas mereka kini tidak hanya terbatas pada perdagangan narkoba, tetapi juga merambah ke penguasaan layanan seperti distribusi gas, televisi kabel, internet, hingga transportasi.
You must be logged in to post a comment Login