Gempa kembali mengguncang Indonesia pada Selasa, 20 Januari 2026. Hingga pukul 20.40 WIB, tercatat terjadi tiga kali gempa di wilayah Tanah Air.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, gempa pertama terjadi pada pukul 04.37 WIB di Poso, Sulawesi Tengah.
Gempa bumi pertama tercatat memiliki magnitudo 3,6 dengan kedalaman 10 kilometer dan dirasakan dengan intensitas MMI II-III di Poso, Sulawesi Tengah. Menurut BMKG, pusat gempa berada di laut sekitar 21 kilometer barat laut Poso, dengan episenter pada koordinat 1,25 LS–120,61 BT.
Gempa kedua terjadi pukul 05.15 WIB di Maluku Barat Daya, Maluku, dengan kekuatan magnitudo 5,1 pada kedalaman 180 kilometer. BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Episenter gempa berada di koordinat 7,41 LS–128,49 BT, dengan pusat gempa 113 kilometer timur laut Maluku Barat Daya.
Dilansir Dari Liputan6.com- Sore hari, pukul 16.31 WIB, gempa ketiga mengguncang Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Episenter berada di koordinat 4,75 LU–96,82 BT, dengan pusat gempa di darat sekitar 5 kilometer barat laut Bener Meriah. Gempa ini memiliki magnitudo 2,2, kedalaman 5 kilometer, dan dirasakan dengan intensitas MMI II di wilayah setempat.
Gempa Hari Ini Selasa 20 Januari 2026 di Indonesia, BMKG: Terjadi Tiga Kali
BMKG: Indonesia Diguncang Gempa Tiga Kali pada Selasa, 20 Januari 2026
Lindu kembali menggetarkan Bumi Pertiwi pada hari ini, Selasa (20/1/2026). Hingga pukul 20.40 WIB, terjadi tiga kali gempa hari ini di Indonesia.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan, lindu pertama menggetarkan pukul 04:37:07 WIB di wilayah Poso, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).
Gempa kembali mengguncang Indonesia pada Selasa, 20 Januari 2026. Hingga pukul 20.40 WIB, tercatat terjadi tiga kali gempa di wilayah Tanah Air.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, gempa pertama terjadi pada pukul 04.37 WIB di Poso, Sulawesi Tengah.
Gempa bumi tersebut dilaporkan memiliki kekuatan magnitudo 3,6 dengan kedalaman 10 kilometer. Lindu dirasakan Modified Mercalli Intensity (MMI) II-III di Poso.
“Pusat gempa berada di laut 21 kilometer barat laut Poso,” kata BMKG seperti dikutip Liputan6.com dari laman resmi www.bmkg.go.id, Selasa (20/1/2026).
Episenter lindu berada pada koordinat titik 1,25 Lintang Selatan (LS)-120,61 Bujur Timur (BT).
Lalu pada pukul 05:15:56 WIB, gempa membuat wilayah Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku bergetar. Lindu yang terjadi berkekuatan magnitudo 5,1 dengan kedalaman 180 kilometer.
“Tidak berpotensi tsunami,” jelas BMKG.
Episenter gempa berada pada koordinat titik 7,41 Lintang Selatan (LS)-128,49 Bujur Timur (BT). Pusat lindu berada 113 kilometer timur laut Maluku Barat Daya.
Dan pada sore tadi pukul 16:31:05 WIB, gempa terjadi di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh. Episenter lindu berada pada koordinat titik 4,75 Lintang Utara (LU)-96,82 Bujur Timur (BT).
Pusat gempa berada di darat 5 kilometer barat laut Kabupaten Bener Meriah. Lindu dirasakan Modified Mercalli Intensity (MMI) II di Bener Mariah. Gempa dilaporkan memiliki kekuatan magnitudo 2,2 dengan kedalaman 5 kilometer.
Gempa bumi pertama tercatat memiliki magnitudo 3,6 dengan kedalaman 10 kilometer dan dirasakan dengan intensitas MMI II-III di Poso, Sulawesi Tengah. Menurut BMKG, pusat gempa berada di laut sekitar 21 kilometer barat laut Poso, dengan episenter pada koordinat 1,25 LS–120,61 BT.
Gempa kedua terjadi pukul 05.15 WIB di Maluku Barat Daya, Maluku, dengan kekuatan magnitudo 5,1 pada kedalaman 180 kilometer. BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Episenter gempa berada di koordinat 7,41 LS–128,49 BT, dengan pusat gempa 113 kilometer timur laut Maluku Barat Daya.
Sore hari, pukul 16.31 WIB, gempa ketiga mengguncang Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Episenter berada di koordinat 4,75 LU–96,82 BT, dengan pusat gempa di darat sekitar 5 kilometer barat laut Bener Meriah. Gempa ini memiliki magnitudo 2,2, kedalaman 5 kilometer, dan dirasakan dengan intensitas MMI II di wilayah setempat.
Apa Itu Gempa Bumi?
Untuk diketahui, gempa bumi adalah bencana alam yang bersifat merusak. Fenomena ini bisa terjadi setiap saat dan berlangsung dalam waktu singkat. Dan Indonesia termasuk wilayah rawan akan bencana gempa.
Gempa bumi adalah bencana yang bisa menyebabkan kerugian nyawa dan materil.
Menurut WHO, secara global gempa bumi menyebabkan 750 ribu kematian selama kurun 1998-2017. Lebih dari 125 juta orang terkena dampak gempa bumi selama periode ini.
Tanggap Bencana Gempa Bumi
Meski tak bisa dicegah, gempa bumi adalah bencana yang bisa dihadapi. Salah satu cara menghadapi gempa bumi adalah tanggap akan bencana gempa bumi.
Contoh tanggap gempa bumi adalah mengetahui prosedur evakuasi dan mematuhi pedoman keselamatan ketika bencana ini datang.
Menurut BNPB, gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi yang disebabkan oleh tumbukan antar lempeng bumi, patahan aktif, akitivitas gunung api atau runtuhan batuan.
Menurut BMKG, gempa bumi adalah peristiwa bergetarnya bumi akibat pelepasan energi di dalam bumi secara tiba-tiba yang ditandai dengan patahnya lapisan batuan pada kerak bumi.
Menurut WHO, gempa bumi adalah guncangan hebat dan tiba-tiba dari tanah, yang disebabkan oleh pergerakan antara lempeng tektonik di sepanjang garis patahan di kerak bumi.
Gempa bumi dapat mengakibatkan goncangan tanah, likuifaksi tanah, tanah longsor, retakan, longsoran, kebakaran dan tsunami.
Pengertian Gempa Bumi
Gempa bumi merupakan bencana alam yang bersifat merusak dan dapat terjadi kapan saja dalam waktu singkat. Indonesia termasuk salah satu wilayah yang rawan mengalami gempa bumi. Fenomena ini berpotensi menimbulkan kerugian baik secara nyawa maupun harta benda.
Berdasarkan data WHO, secara global gempa bumi menyebabkan sekitar 750 ribu kematian antara 1998 hingga 2017, dan lebih dari 125 juta orang terdampak selama periode tersebut.
Tanggap Darurat Gempa Bumi
Meskipun tidak bisa dicegah, gempa bumi dapat dihadapi dengan kesiapsiagaan atau tanggap darurat. Contohnya, mengetahui prosedur evakuasi dan mematuhi pedoman keselamatan saat bencana terjadi.
Menurut BNPB, gempa bumi adalah getaran atau guncangan di permukaan bumi yang disebabkan oleh tumbukan lempeng, patahan aktif, aktivitas gunung berapi, atau runtuhan batuan. BMKG menjelaskan, gempa bumi terjadi akibat pelepasan energi di dalam bumi secara tiba-tiba yang menyebabkan patahnya lapisan batuan di kerak bumi. Sementara WHO menyebut gempa bumi sebagai guncangan hebat dan mendadak dari tanah akibat pergerakan lempeng tektonik di sepanjang garis patahan.
Dampak gempa bumi bisa meliputi guncangan tanah, likuifaksi, tanah longsor, retakan, runtuhan, kebakaran, hingga tsunami.
Persiapan Sebelum Terjadinya Gempa Bumi
- Pastikan rumah atau bangunan Anda aman dari risiko gempa, seperti longsor atau likuifaksi. Lakukan evaluasi dan renovasi struktur bangunan bila diperlukan.
- Kenali lingkungan kerja atau tempat tinggal, termasuk letak pintu, tangga darurat, lift, serta area paling aman untuk berlindung.
- Pelajari keterampilan P3K dan cara menggunakan alat pemadam kebakaran.
- Catat nomor telepon penting yang bisa dihubungi saat darurat gempa.
- Pastikan perabotan dipasang dengan kuat ke dinding untuk mencegah roboh, jatuh, atau bergeser saat gempa.
- Letakkan benda berat di bagian bawah untuk mengurangi risiko cedera.
- Periksa kestabilan benda yang digantung agar tidak jatuh saat terjadi gempa.
- Simpan bahan mudah terbakar di tempat yang aman dan tidak mudah pecah untuk mencegah kebakaran.
- Matikan air, gas, dan listrik bila tidak sedang digunakan.
- Siapkan perlengkapan darurat di setiap tempat, seperti kotak P3K, senter atau lampu baterai, radio, makanan tambahan, dan air minum.
Tindakan Saat Terjadinya Gempa Bumi
- Di dalam bangunan: Lindungi tubuh dan kepala dari reruntuhan dengan berlindung di bawah meja atau di tempat yang paling aman dari guncangan. Jika memungkinkan, segera keluar dari bangunan.
- Di luar bangunan atau area terbuka: Jauhi gedung, tiang listrik, dan pohon. Perhatikan permukaan tanah dan hindari area yang retak atau tidak stabil.
- Saat mengendarai mobil: Segera keluar dari kendaraan dan menjauh untuk menghindari risiko pergeseran atau kebakaran.
Di daerah pantai: Jauhkan diri dari pantai untuk mengantisipasi kemungkinan tsunami.
Di daerah pegunungan: Hindari wilayah yang rawan longsor saat gempa terjadi.
**Langkah-Langkah Setelah Terjadinya Gempa Bumi**
* Jika berada di dalam bangunan, keluar dengan tertib melalui tangga biasa, hindari lift dan eskalator. Periksa diri sendiri dan orang di sekitar, lakukan P3K jika diperlukan, dan segera minta bantuan bila ada cedera serius.
* Periksa kondisi lingkungan sekitar, termasuk adanya kebakaran, kebocoran gas, korsleting listrik, serta kerusakan pipa atau aliran air yang berpotensi membahayakan.
* Hindari masuk kembali ke bangunan yang terdampak gempa karena masih ada risiko reruntuhan.
* Jangan berjalan sembarangan di area sekitar gempa karena kemungkinan terjadi bahaya susulan.
* Pantau informasi resmi mengenai gempa dan gempa susulan melalui radio, dan jangan mudah terpengaruh oleh berita yang tidak jelas sumbernya.
* Isi angket dari instansi terkait untuk membantu penilaian kerusakan yang terjadi.
* Tetap tenang, hindari kepanikan, dan jangan lupa berdoa.
You must be logged in to post a comment Login