Nasional

Banjir Terjang Sawang, Aceh Utara, Jalan dan Jembatan Baru Kembali Rusak

Lhoksukon, Norton News — Banjir kembali melanda wilayah Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, pada Rabu sore (11/3/2026). Bencana tersebut mengakibatkan infrastruktur yang baru selesai dibangun kembali mengalami kerusakan, termasuk satu jembatan dan satu ruas jalan yang sebelumnya diperbaiki pascabanjir besar tahun lalu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kerusakan terjadi di Desa Riseh Tunong, salah satu wilayah yang terdampak cukup parah. Ruas jalan yang baru saja ditimbun dengan material batu serta jembatan yang dibangun kembali setelah banjir akhir tahun lalu kini kembali rusak akibat terjangan arus air.

 Dilansir Dari Kompas Com – Banjir dipicu oleh meningkatnya debit air Krueng Sawang yang meluap hingga menghantam badan jalan dan bahu jembatan. Kuatnya arus air menyebabkan tanah di bagian ujung jembatan mengalami longsor dan ambles, sehingga akses tersebut kini tidak lagi dapat dilalui kendaraan maupun warga.

Seorang warga setempat, Sumardi Arsyah, menjelaskan bahwa jalan tersebut sebenarnya baru sekitar satu minggu selesai diperbaiki dengan penimbunan batu. Pada awalnya, meskipun kondisi jalan masih berbatu dan agak sulit dilalui, kendaraan masih bisa melewati jalur tersebut.

Namun setelah banjir kembali datang, kondisi jalan berubah drastis. Dua titik pada badan jalan dilaporkan ambles sehingga akses transportasi terputus total.

“Awalnya jalan itu sudah bisa dilalui walau agak sulit karena masih berbatu. Tapi sekarang ada dua titik yang sudah amblas dan tidak bisa dilewati lagi,” ungkap Sumardi saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Ia juga menyampaikan harapannya agar pemerintah segera mempercepat penanganan infrastruktur di wilayah tersebut. Menurutnya, salah satu langkah penting yang perlu dilakukan adalah menata kembali aliran sungai agar pembangunan jalan tidak terus mengalami kerusakan berulang.

Sumardi menjelaskan bahwa sejak banjir besar yang terjadi pada 26 November 2025, lebar aliran sungai di kawasan tersebut berubah drastis. Jika sebelumnya lebar sungai hanya sekitar 50 meter, kini melebar hingga mencapai sekitar 150 meter.

Perubahan alur dan lebar sungai tersebut dinilai menjadi faktor utama yang menyebabkan badan jalan dan jembatan di sekitarnya terus mengalami kerusakan setiap kali debit air meningkat.

“Kalau aliran sungainya tidak ditata terlebih dahulu, jalan yang dibangun akan terus amblas lagi. Kami berharap pemerintah bisa segera mempercepat pembangunan jalan sekaligus menata aliran sungai,” ujarnya.

Selain perbaikan jalan, warga juga berharap pemerintah segera melakukan penimbunan kembali pada bagian tanah di ujung jembatan yang telah ambles. Hal itu dinilai penting agar struktur jembatan dapat kembali tersambung dengan badan jalan sehingga akses masyarakat bisa kembali normal.

Warga menilai bahwa penataan sungai menjadi kunci utama untuk memperbaiki dan menjaga keberlangsungan infrastruktur di wilayah Sawang, Aceh Utara, agar kerusakan serupa tidak terus terulang di masa mendatang.

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Batalkan balasan

You May Also Like

Otomotif

JAKARTA, NORTON NEWS – Seiring dengan bocoran gambar yang diduga kuat merupakan Mobil keluaran terbaru yaitu Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid, sejumlah diler di...

Scholar

Oleh: Mikhael Yulius Cobis, Mahasiswa Program Doktoral Universitas Sahid Jakarta Editor: Rudi, NORTON News Stuart Henry McPhail Hall, FBA yang biasa dikenal dengan Stuart...

Nasional

Berasal dari bahasa sunda nama Curug berasal dari dua suku kata yaitu "Cur" yang berarti cai atau air, dan kata "Rugu" yang artinya ngocor...

Copyright © 2022 - 2024 Norton News. All Rights Reserved.