NortonNews.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS belakangan terus melemah. Bahkan pada 19 Mei 2026, kurs 1 dolar AS telah menembus angka Rp 17.700. Meski begitu, pemerintah memastikan harga BBM subsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun.
Kebijakan tersebut tetap dipertahankan walaupun pelemahan rupiah dan harga minyak mentah Indonesia (ICP) sempat mengalami kenaikan.Bahlil Lahadalia menyampaikan keputusan tersebut diambil setelah pemerintah melakukan perhitungan terhadap rata-rata harga minyak mentah Indonesia (ICP) sejak awal tahun.
Ia menjelaskan, pemerintah menjadikan batas rata-rata ICP sebesar 100 dollar AS per barel sebagai acuan dalam perhitungan.Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa dirinya telah menerima arahan dari Presiden Prabowo Subianto terkait penetapan rata-rata ICP hingga 100 dollar AS per barel.
Menurutnya, perhitungan tersebut diambil berdasarkan rata-rata harga sejak Januari hingga saat ini. Pernyataan itu disampaikan Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, seperti dikutip dari Kontan pada Selasa (19/5/2026).
Dilansir dari Kompas.com – Menurut Bahlil Lahadalia, rata-rata harga minyak mentah Indonesia (ICP) sejak Januari hingga saat ini masih berada di kisaran 80 dollar AS hingga 81 dollar AS per barel. Dengan angka tersebut, pemerintah menilai anggaran subsidi energi masih dalam kondisi aman dan mencukupi.
Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah belum memiliki rencana untuk menaikkan harga BBM subsidi maupun BBM penugasan. Ia memastikan pemerintah tetap berupaya menjaga daya beli masyarakat di tengah pelemahan rupiah dan fluktuasi harga minyak dunia.
Bahlil juga membantah kabar mengenai penghapusan Pertalite sebagai salah satu BBM penugasan. Menurutnya, harga minyak mentah Indonesia masih belum menyentuh angka 100 dollar AS per barel sehingga subsidi BBM dipastikan tetap dipertahankan dan tidak akan dinaikkan.
You must be logged in to post a comment Login