NortonNews – Kedutaan Besar Azerbaijan di Jakarta memperingati jasa para pahlawan nasional Azerbaijan yang gugur dalam “Perang Patriotik 44 Hari” dengan menggelar kegiatan berbagi bersama anak-anak Panti Asuhan Putra Setia, Jakarta, pada Jumat (25/9).
Duta Besar Azerbaijan untuk Indonesia Ramil Rzayev mengatakan para prajurit yang gugur dalam perang tersebut telah memberikan pengorbanan besar untuk mempertahankan kedaulatan, kemerdekaan, serta keutuhan wilayah Azerbaijan.
“Pengorbanan mereka bukan hanya untuk masa kini. Mereka mengorbankan nyawa demi masa depan Azerbaijan, demi anak-anak, dan generasi muda kita,” ujar Ramil Rzayev.
Menurutnya, anak-anak merupakan generasi yang akan memegang peranan penting sebagai pemimpin di masa mendatang. Karena itu, para pemangku kepentingan memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan kondisi yang aman dan damai agar anak-anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.
“Keberanian mereka (para pahlawan perang) mengingatkan kita akan tanggung jawab untuk membangun masa depan yang damai, aman, dan sejahtera bagi anak-anak kita,” tuturnya.
Ramil juga berharap kegiatan berbagi tersebut dapat mempererat hubungan antarmasyarakat atau people-to-people antara Azerbaijan dan Indonesia.
Dalam kegiatan itu, Kedutaan Besar Azerbaijan memberikan sejumlah hadiah kepada penghuni Panti Asuhan Putra Setia yang berusia antara 6 hingga 25 tahun. Hadiah yang dibagikan disesuaikan dengan usia penerima, mulai dari mainan, botol minum, hingga berbagai perlengkapan perawatan diri.
“Kami sangat senang berada di sini bersama Anda dan kami telah membawa beberapa hadiah kecil untuk Anda. Kami berharap kalian menikmatinya dan mengenang hari ini sebagai jembatan kecil persahabatan antara Azerbaijan dan Indonesia,” kata Ramil.
Dilansir dari AntaraNews – Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Peringatan Nasional Azerbaijan atau Remembrance Day yang diperingati setiap 27 September. Peringatan itu ditujukan untuk mengenang para prajurit Azerbaijan yang gugur dalam Perang Patriotik 44 Hari melawan Armenia yang berlangsung sejak 27 September hingga 10 November 2020.
Perang tersebut merupakan bagian dari konflik wilayah antara Azerbaijan dan Armenia yang telah berlangsung selama hampir tiga dekade. Konflik kemudian berakhir melalui kesepakatan gencatan senjata yang melibatkan Azerbaijan, Armenia, dan Rusia.
Dalam perang tersebut, sebanyak 2.908 tentara Azerbaijan dilaporkan gugur, enam personel dinyatakan hilang, sementara lebih dari 1.000 orang lainnya mengalami luka-luka.
Setelah konflik tersebut, proses normalisasi hubungan antara Azerbaijan dan Armenia terus berlangsung. Salah satu perkembangan yang disebutkan adalah penandatanganan Agreement on the Establishment of Peace and Inter-State Relations serta Joint Declaration yang dimediasi Amerika Serikat pada 8 Agustus 2025.
You must be logged in to post a comment Login