Antrean BBM Mengular di Bali, Pemerintah Ungkap Stok Pertalite Nasional Turun Jadi 16–18 Hari
Norton News – Antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali sejak Senin, 12 Oktober 2026, menjadi perhatian masyarakat. Gangguan distribusi BBM di sejumlah wilayah Pulau Dewata menyebabkan beberapa SPBU mengalami keterbatasan stok, sementara Pertamina berupaya mempercepat penyaluran pasokan untuk memenuhi kebutuhan konsumen.
Kondisi tersebut terjadi di tengah meningkatnya permintaan Pertalite. Pada Jumat, 16 Oktober 2026, pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa ketahanan stok Pertalite secara nasional turun dari sebelumnya di atas 20 hari menjadi sekitar 16–18 hari.
Dilansir dari ANTARA, Bahlil menjelaskan bahwa penurunan ketahanan stok tersebut berkaitan dengan pergeseran konsumsi masyarakat dari BBM nonsubsidi, seperti Pertamax RON 92 dan Pertamax Green RON 95, ke Pertalite RON 90 yang harganya lebih terjangkau.
Gangguan Distribusi Terjadi di Sejumlah Wilayah Bali
Berdasarkan laporan Bisnis.com pada 12 Oktober 2026, antrean kendaraan terjadi di sejumlah SPBU di Denpasar, Badung, dan Tabanan. Beberapa SPBU dilaporkan mengalami kehabisan stok, sehingga warga harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan BBM.
Gangguan distribusi tersebut berkaitan dengan kebutuhan pasokan yang tinggi serta proses pengiriman BBM ke terminal dan SPBU. Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menyampaikan upaya penguatan pasokan melalui pengiriman kapal tanker secara bertahap ke Terminal BBM Sanggaran di Denpasar dan Terminal BBM Manggis di Kabupaten Karangasem.
Pertamina juga mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan agar distribusi dapat berlangsung lebih terkendali.
Peralihan Konsumen dari Pertamax ke Pertalite
Salah satu faktor yang disampaikan pemerintah terkait penurunan ketahanan stok Pertalite adalah pergeseran konsumsi akibat perbedaan harga BBM nonsubsidi dan BBM bersubsidi.
Menurut penjelasan Bahlil pada 16 Oktober 2026, sebagian konsumen yang sebelumnya menggunakan BBM dengan angka oktan lebih tinggi beralih ke Pertalite karena selisih harganya dinilai cukup besar.
Peralihan tersebut meningkatkan tekanan terhadap permintaan Pertalite. Namun, penurunan ketahanan stok nasional tidak berarti seluruh wilayah Indonesia mengalami kelangkaan BBM. Informasi yang tersedia secara khusus menunjukkan adanya gangguan distribusi dan antrean di sejumlah wilayah Bali, sedangkan kondisi stok nasional merupakan indikator yang berbeda dari ketersediaan BBM di setiap SPBU.
Pemerintah dan Pertamina Upayakan Pemulihan Pasokan
Pemerintah dan Pertamina melakukan upaya penambahan pasokan serta optimalisasi distribusi untuk menjaga ketersediaan BBM. Di Bali, pengiriman tambahan BBM dijadwalkan secara bertahap pada 12, 14, dan 16 Oktober 2026 dengan total muatan yang diberitakan mencapai 26.200 kiloliter.
Langkah tersebut ditujukan untuk mempercepat pengisian kembali stok di SPBU dan mengurangi antrean masyarakat. Perkembangan pasokan di masing-masing wilayah tetap bergantung pada proses pembongkaran kapal, distribusi dari terminal, serta tingkat konsumsi setempat.
Dengan demikian, persoalan BBM pada pertengahan Oktober 2026 perlu dilihat dari dua sisi, yaitu penurunan ketahanan stok Pertalite secara nasional dan gangguan distribusi yang dilaporkan terjadi di sejumlah SPBU di Bali. Keduanya berkaitan dengan ketersediaan BBM, tetapi tidak dapat disimpulkan sebagai kelangkaan yang terjadi merata di seluruh Indonesia.
in the article:
#NortonNews #BBM #Pertalite #Pertamax #Pertamina #Bali #DistribusiBBM #StokBBM #BahlilLahadalia #BeritaNasional #BeritaTerkini
You must be logged in to post a comment Login