Nasional

Aksi nekat pemuda pengemudi Toyota Calya yang melaju ugal-ugalan di Jakarta Pusat viral dan bikin heboh warganet Pria asal Karawang itu diketahui hendak plesiran ke Ancol saat kejadian terjadi

JAKARTA, NORTON NEWS – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya resmi menetapkan HM (25), sopir Toyota Calya yang melawan arus di kawasan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, sebagai tersangka.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Komarudin, menjelaskan bahwa awalnya HM hanya tercatat sebagai pelanggar lalu lintas. Namun, setelah proses pemeriksaan lebih lanjut, statusnya meningkat menjadi tersangka dalam kasus kecelakaan.

“Awalnya sebagai pelanggar lalu lintas, kemudian berkembang menjadi tersangka kasus kecelakaan,” kata Komarudin.

Ia menambahkan, pelaku dijerat Pasal 311 ayat (1), (2), dan (3) Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.Ayat (1) mengatur mengenai tindakan mengemudi yang membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya. Ayat (2) berkaitan dengan perbuatan yang menimbulkan kerugian materiil, sedangkan ayat (3) dikenakan apabila peristiwa tersebut menyebabkan korban mengalami luka-luka.

Sementara itu, dugaan unsur pidana lainnya diserahkan kepada Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Metro Jakarta Pusat guna penyelidikan lebih lanjut.

Empat Pelat Nomor dan Senjata Tajam

Dari pemeriksaan, polisi mendapati empat pasang pelat nomor kendaraan berbeda di dalam mobil, yakni tiga pasang pelat cadangan serta satu pelat yang terpasang.

Petugas juga menemukan dua bilah senjata tajam dan satu senjata api mainan.

“Temuan lainnya kami serahkan ke Reskrim Jakarta Pusat dan masih menunggu hasil pendalaman,” ujar Komarudin.

Polisi menduga keberadaan pelat nomor berbeda serta sejumlah barang mencurigakan tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat pengemudi berusaha menghindari pemeriksaan aparat.

Terobos Tiga Ruas Jalan

Dilansir dari Tribunnews.com- Aksi pengemudi tersebut terekam melawan arus di tiga titik berbeda, yakni di Jalan Gunung Sahari 5, Jalan Budi Utomo (dari arah Pasar Baru menuju Kantor Pos), serta Jalan Gunung Sahari Raya.

Di Jalan Gunung Sahari 5, mobil tersebut melaju dari arah Bungur menuju perempatan Pasar Baru yang merupakan jalur satu arah, hingga menabrak atau menyerempet beberapa kendaraan di depannya.

Peristiwa itu juga terekam kamera dasbor (dashcam) milik mobil patroli kepolisian.

Pengemudi kemudian terlihat mengambil lajur kanan di Jalan Budi Utomo, sempat berputar arah di tengah jalan, lalu melaju kembali ke arah Gunung Sahari menuju Ancol.

Saat tiba di lampu merah, mobil tersebut kembali memutar arah di jalur yang sama hingga berhadapan langsung dengan kendaraan dari arah berlawanan.

Dua Korban Luka Ringan

Insiden itu mengakibatkan dua orang mengalami luka ringan.

Keduanya sudah mendapat penanganan medis dan diperbolehkan kembali ke rumah.

Selain korban luka, beberapa kendaraan juga dilaporkan mengalami kerusakan materiil akibat kejadian tersebut.

Di dalam mobil itu turut ditemukan dua penumpang perempuan.

Salah satunya diketahui tidak membawa kartu identitas saat pemeriksaan dilakukan.

Hingga kini, status serta dugaan keterlibatan keduanya masih didalami oleh penyidik Reskrim.

Berdasarkan keterangan awal, rombongan tersebut mengaku berangkat dari Karawang dengan tujuan berwisata ke kawasan Ancol.

Polisi juga masih menyelidiki kemungkinan adanya tindak pidana lain, termasuk dugaan pemalsuan pelat nomor kendaraan dan kepemilikan barang-barang yang ditemukan di dalam mobil.

“Katanya dari Karawang mau jalan-jalan ke Ancol. Katanya demikian,” ujar Dirlantas terkait pengakuan pelaku.

Pernyataan tersebut menuai sorotan dan kritik luas di media sosial karena dinilai merendahkan kewarganegaraan Indonesia.

Tyas pun menyampaikan klarifikasi melalui akun Threads pribadinya.

Ia menegaskan bahwa ucapannya merupakan bentuk kekecewaan terhadap kebijakan pemerintah, bukan ditujukan sebagai kebencian terhadap negara.

Dalam unggahannya, Tyas mengungkapkan bahwa ia menyelesaikan studi di Belanda pada 2017 dan telah kembali ke Indonesia selama enam tahun (2017–2023) guna memenuhi kewajiban sebagai penerima beasiswa sekaligus berkontribusi bagi Tanah Air.

Ia juga menekankan bahwa kepindahannya ke Inggris bukan untuk melanjutkan pendidikan, melainkan untuk mendampingi sang suami.

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Batalkan balasan

You May Also Like

Otomotif

JAKARTA, NORTON NEWS – Seiring dengan bocoran gambar yang diduga kuat merupakan Mobil keluaran terbaru yaitu Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid, sejumlah diler di...

Scholar

Oleh: Mikhael Yulius Cobis, Mahasiswa Program Doktoral Universitas Sahid Jakarta Editor: Rudi, NORTON News Stuart Henry McPhail Hall, FBA yang biasa dikenal dengan Stuart...

Nasional

Berasal dari bahasa sunda nama Curug berasal dari dua suku kata yaitu "Cur" yang berarti cai atau air, dan kata "Rugu" yang artinya ngocor...

Copyright © 2022 - 2024 Norton News. All Rights Reserved.