NortonNews.com- Tragedi memilukan terjadi di Kota Bandung. Seorang siswa dari SMAN 5 Bandung meninggal dunia setelah diduga menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok pelajar. Peristiwa berdarah tersebut terjadi setelah korban menghadiri acara buka bersama (bukber) pada Jumat (13/3) malam.
Korban kemudian ditemukan dalam kondisi tergeletak di kawasan Jalan Cihampelas, Kota Bandung. Kejadian ini pun langsung menghebohkan warga setelah sebuah rekaman video amatir dari lokasi kejadian beredar luas dan viral di media sosial Instagram.
Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah pemuda berkumpul di sekitar sebuah sepeda motor yang terjatuh. Tak jauh dari motor tersebut, tubuh korban tampak sudah terbaring tak berdaya di lokasi kejadian.
Dalam video yang beredar, terdengar suara perekam yang melintas menggunakan sepeda motor sambil berkata, “Meuni rarusuh bro, bro, bro, bro,” menggambarkan situasi yang kacau di lokasi kejadian.
Hingga kini, penyebab pasti bentrokan yang berujung pada kematian tersebut masih dalam proses penyelidikan. Kepolisian telah turun tangan untuk mengusut kasus ini secara menyeluruh.
Kapolsek Coblong, Kompol Riki Erikson, membenarkan adanya kejadian tragis tersebut. Ia menyebutkan bahwa penanganan perkara kini telah dilimpahkan ke tingkat Polrestabes Bandung untuk proses lebih lanjut.
“Penanganan di Polrestabes,” ujar Riki melalui pesan singkat, Sabtu (14/3).
Dilansir dari Detik.com- Riki juga menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. Saat ditanya mengenai dugaan keterlibatan antarkelompok pelajar, ia menyebutkan bahwa indikasi awal mengarah pada perselisihan antara siswa dari dua sekolah di Bandung.
“Betul, dugaan awal anak SMAN 5 dan SMAN 2, perselisihan yang kemudian berujung penganiayaan,” ungkapnya.
Tim detikJabar pun meninjau langsung lokasi kejadian. Namun, warga sekitar mengaku tidak mengetahui secara pasti bagaimana awal bentrokan itu terjadi. Ketika warga tiba di lokasi, korban sudah ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.
“Sudah tergeletak, sudah meninggal dunia,” kata seorang warga bernama Adi (40).
Menurut keterangan Adi, kejadian bermula ketika korban bersama teman-temannya pulang dari acara buka bersama. Mereka diketahui datang dalam rombongan besar menggunakan puluhan sepeda motor dari arah Ciumbuleuit menuju lokasi kejadian. Korban diduga berada di bagian belakang rombongan tersebut.
“Katanya habis bukber, anak-anak SMA 5 datang berpuluh-puluh motor dari arah Ciumbuleuit ke sini. Lalu katanya ada anak-anak SMA 2 juga di sini. Tapi nggak tahu pasti bagaimana awalnya sampai tiba-tiba jadi seperti ini. Siapa yang memulai konflik juga tidak tahu,” jelas Adi.
Ia menambahkan bahwa jasad korban ditemukan tepat di bawah sebuah pohon besar yang berada di tepi jalan.
“Saya lihat badannya sudah tergeletak,” ujarnya.
Setelah mengetahui kejadian tersebut, Adi segera melaporkannya kepada pihak kepolisian. Tim Prabu Lodaya Presisi Polrestabes Bandung menjadi unit pertama yang tiba di lokasi, kemudian disusul oleh tim Inafis Satreskrim Polrestabes Bandung untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.
“Tidak lama kemudian polisi datang semua, termasuk tim Inafis dan juga ambulans,” tuturnya.
Meski rombongan korban datang dalam jumlah banyak, Adi menilai tidak ada tanda-tanda bahwa mereka datang dengan rencana menyerang.
“Banyak, berpuluh-puluh motor, seperti rombongan konvoi,” katanya.
Korban juga diduga tidak mengendarai motor sendirian. Adi menyebutkan kemungkinan korban berboncengan dengan temannya, karena ada seorang rekan korban yang turut terjatuh dan mengalami luka-luka, namun berhasil selamat.
“Sepertinya boncengan, karena temannya ada yang luka,” pungkasnya.
You must be logged in to post a comment Login