BATANG, NortonNews.com – Kasus dugaan keracunan yang dikaitkan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perhatian. Berdasarkan data yang dikutip dalam pemberitaan Suara.com, tercatat 5.482 korban dari 71 kejadian keracunan pada periode 22 Juli hingga awal September 2026.
Perhatian publik semakin meningkat setelah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengunjungi sejumlah korban dugaan keracunan MBG di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, pada 28 September 2026. Dalam kunjungan tersebut, Gibran berdialog dengan siswa dan orang tua yang terdampak.
Salah satu percakapan kemudian menjadi sorotan setelah videonya beredar di media sosial. Ketika berbicara dengan salah satu orang tua siswa, Gibran meminta anak tersebut kembali bersekolah setelah kondisinya membaik. Ia juga menyampaikan pesan mengenai makanan yang dikonsumsi selama masa pemulihan.
Dilansir dari Suara.com – Gibran dalam percakapan tersebut mengatakan, “Bawa bekal dari rumah, MBG jangan dimakan.” Pernyataan itu kemudian ramai diperbincangkan warganet karena disampaikan ketika kasus dugaan keracunan MBG tengah menjadi perhatian publik.
Meski demikian, pernyataan tersebut tidak dapat diartikan sebagai instruksi untuk menghentikan seluruh program MBG. Pemeriksa fakta Mafindo melalui TurnBackHoax menyatakan bahwa klaim Gibran meminta penghentian seluruh penyaluran MBG adalah keliru. Dalam konteks kunjungannya, pesan tersebut ditujukan kepada orang tua korban yang sedang menjalani pemulihan.
Dalam kunjungannya di Batang, Gibran juga meminta agar proses investigasi terkait dugaan keracunan dilakukan dengan cepat. Ia menyatakan hasil pemeriksaan nantinya perlu disampaikan kepada keluarga korban secara terbuka dan transparan.
“Proses investigasi sedang berjalan, tapi saya pastikan dilakukan dengan cepat dan hasil investigasi akan diinformasikan kepada Bapak-Ibu secara terbuka dan transparan. Kejadian ini tidak boleh berulang,” ujar Gibran sebagaimana dikutip Suara.com.
Sementara itu, penanganan terhadap para korban terus dilakukan oleh fasilitas kesehatan setempat. Pemerintah daerah juga melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG, termasuk pengawasan terhadap penyedia makanan dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Kasus tersebut menjadi perhatian karena menyangkut keamanan makanan yang diberikan kepada penerima manfaat program MBG. Pemeriksaan lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan penyebab gangguan kesehatan serta langkah perbaikan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
You must be logged in to post a comment Login