Temuan tersebut terungkap setelah Polres Malang melakukan tes urine terhadap 69 orang dalam rombongan tersebut. Hasilnya, hampir setengah dari mereka terindikasi menggunakan narkotika. Rinciannya, 21 orang positif ganja, 6 orang positif sabu, dan 4 orang lainnya positif keduanya.
Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi menjelaskan bahwa pihaknya kini tengah melakukan pemeriksaan lanjutan melalui Satresnarkoba. Selain itu, polisi juga berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Malang untuk menentukan langkah penanganan yang tepat, termasuk kemungkinan rehabilitasi sesuai aturan yang berlaku.
Sementara itu, 38 orang lainnya yang dinyatakan negatif telah dipulangkan ke Surabaya menggunakan fasilitas bus dari BPBD Kota Surabaya. Meski demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa fokus utama penyelidikan tetap pada kasus dugaan pengeroyokan dan perusakan yang terjadi di lokasi wisata tersebut.
Peristiwa pengeroyokan itu sendiri terjadi saat rombongan wisatawan tengah berlibur di vila sekitar Pantai Wediawu pada Senin (4/5) hingga Selasa (5/5). Insiden diduga bermula dari kegiatan hiburan berupa musik DJ yang digelar di vila pada malam hari.
Salah satu lagu yang diputar disebut-sebut mengandung unsur provokatif dan sempat dinyanyikan oleh para wisatawan. Momen tersebut direkam dan kemudian viral di media sosial, memicu kedatangan sejumlah orang tak dikenal ke lokasi sekitar pukul 03.00 WIB untuk meminta klarifikasi.
Namun, situasi dengan cepat berubah menjadi ricuh. Massa yang awalnya datang dalam jumlah kecil terus bertambah hingga mencapai ratusan orang. Mereka kemudian dilaporkan masuk ke area vila dan melakukan aksi kekerasan terhadap para wisatawan menggunakan tangan kosong, kayu, hingga senjata tajam.
Kericuhan baru mereda pada pagi hari setelah aparat kepolisian tiba di lokasi dan melakukan evakuasi. Para wisatawan akhirnya dapat meninggalkan area tersebut sekitar pukul 10.00 WIB dengan pengawalan ketat guna menghindari potensi serangan lanjutan.
Akibat insiden tersebut, enam orang mengalami luka-luka, termasuk satu korban dengan kondisi serius. Selain itu, sejumlah barang milik wisatawan seperti ponsel, dompet, dan sepatu dilaporkan hilang. Lima unit mobil juga mengalami kerusakan akibat amukan massa.
Pihak kepolisian menyatakan akan terus mengusut tuntas kasus ini, baik terkait dugaan penggunaan narkotika maupun aksi pengeroyokan yang sempat menimbulkan ketegangan di kawasan wisata tersebut.
You must be logged in to post a comment Login