NortonNews- Sebanyak 168 Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Amman, Yordania, mengajukan permohonan evakuasi kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Amman. Ratusan WNI tersebut diketahui merupakan peserta tur ziarah rohani yang diselenggarakan oleh Renata Tours. Dalam unggahan resmi di media sosial, salah satu tour leader Renata Tours mengonfirmasi bahwa rombongan mereka saat ini masih berada di Amman, Yordania.
Ia mengatakan bahwa dirinya merasa tidak tahu harus bagaimana untuk kembali ke Indonesia di tengah meningkatnya konflik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.Hal itu terjadi karena penerbangan yang dijadwalkan untuk membawa mereka kembali ke Indonesia dibatalkan. Akibatnya, rombongan tersebut berupaya menghubungi KBRI di Amman guna meminta bantuan dan arahan terkait proses evakuasi.
Dalam unggahan tersebut disampaikan bahwa pihaknya mewakili sekitar 200 WNI yang tertahan di Amman dan memohon arahan serta bantuan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Amman terkait kepulangan mereka ke Tanah Air. Mereka berharap pemerintah dapat memberikan pertolongan lanjutan, khususnya dalam bentuk evakuasi dan proses repatriasi bagi warga Indonesia yang terdampak.
Sementara itu, salah satu peserta tur, Dwie Ratna (44), saat dikonfirmasi membenarkan bahwa rombongan mereka masih tertahan di Amman karena belum mendapatkan tiket penerbangan untuk kembali ke Indonesia. Ia menyebutkan bahwa saat ini terdapat 168 orang yang masih berada di sana.
Pejabat Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI Amman, Nur Ibrahim, membenarkan adanya permintaan bantuan dari rombongan Renata Tours. Ia menjelaskan bahwa pihak rombongan telah menghubungi KBRI Amman pada Senin (2/3/2026) sore waktu setempat.
Mereka menyampaikan sedang dalam perjalanan dari Petra menuju Amman dan dijadwalkan terbang menggunakan maskapai Etihad dengan rute Amman–Jakarta pada 4 Maret 2026. Namun, akibat banyaknya penerbangan yang dibatalkan, rombongan tersebut mengungkapkan kekhawatiran kepada KBRI terkait kepulangan mereka ke Indonesia.
Ibrahim juga memastikan bahwa saat ini rombongan mengalami kesulitan untuk memperoleh tiket penerbangan pengganti.
Ibrahim menyebutkan bahwa rombongan tersebut meminta Pemerintah Indonesia untuk mengevakuasi mereka. Selain itu, mereka juga menanyakan kemungkinan ketersediaan pesawat charter di Yordania.
Namun demikian, hingga saat ini KBRI Amman menegaskan bahwa belum ada rencana evakuasi bagi WNI yang berada di Amman terkait eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat–Israel.
KBRI turut menanyakan kondisi kesehatan rombongan serta siap memfasilitasi kebutuhan obat-obatan jika diperlukan. Ibrahim menegaskan bahwa keputusan mengenai evakuasi bukan merupakan kewenangan KBRI di Amman, melainkan ditentukan oleh pemerintah pusat.
Ia menjelaskan bahwa proses evakuasi harus dikoordinasikan dan memperoleh persetujuan dari pemerintah pusat terlebih dahulu.
Sebagai langkah tindak lanjut, Ibrahim menjelaskan bahwa KBRI Amman terus menjalin komunikasi dan memantau kondisi rombongan Renata Tours secara aktif. Ia juga menyebutkan bahwa sejauh ini tercatat sebanyak 27 WNI wisata rohani dari rombongan lain telah meninggalkan Yordania menggunakan penerbangan alternatif melalui Kairo.
Selain itu, KBRI Amman akan menindaklanjuti permintaan bantuan obat-obatan yang diajukan oleh rombongan wisatawan rohani tersebut.Hingga saat ini, KBRI masih berupaya mencari informasi mengenai ketersediaan pesawat charter sesuai dengan permintaan rombongan.
Berdasarkan hasil komunikasi terakhir, KBRI juga tengah menyiapkan makanan dengan menu khas Indonesia dan berencana mengirimkannya kepada rombongan pada sore hari tersebut, sebagaimana disampaikan oleh Ibrahim.
You must be logged in to post a comment Login