Foto Perdana Menteri Justin Trudeau sewaktu memberikan kata sambutan di sebuah acara di Gatineau, Quebec, Canada 16/12/24 (Sumber foto: Patrick Doyle, Reuters)
Jakarta, Norton News – Dilansir dari detikBali, Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya pada hari Senin, 6 Januari. Trudeau, yang telah memegang jabatan tersebut sejak tahun 2015, menyampaikan keputusannya ini dalam sebuah konferensi pers di Ottawa.
“Saya berencana untuk mengundurkan diri dari posisi sebagai pemimpin partai dan perdana menteri,” ujar Trudeau, dikutip dari detikNews pada Selasa (7/1/2024).
Dia juga mengumumkan bahwa kegiatan parlemen Kanada akan ditunda hingga 24 Maret 2025 guna memberikan waktu untuk pemilihan perdana menteri.
“Dia mengatakan bahwa parlemen telah terhenti selama beberapa bulan setelah sidang terpanjang untuk pemerintahan minoritas dalam sejarah Kanada.”
“Trudeau menyatakan bahwa dia telah mengirim pesan kepada Gubernur Jenderal pada pagi ini untuk meminta agar sidang parlemen baru segera diadakan. Permintaan tersebut telah disetujui, dan DPR akan ditangguhkan hingga 24 Maret.”
Keputusan ini diambil saat popularitas Trudeau mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Dia telah menghadapi kritik tajam serta serangkaian mosi tidak percaya di parlemen, sementara perpecahan internal dalam Partai Liberal semakin terlihat.
Trudeau menghadapi desakan untuk mundur dari beberapa anggota partainya. Surat kabar tersebut mengutip tiga sumber anonim yang menyatakan bahwa pengunduran diri Trudeau kemungkinan akan terjadi sebelum kaukus nasional Partai Liberal pada Rabu, 8 Januari 2025.
Masih belum pasti apakah Trudeau akan terus menjabat sementara partainya mencari pemimpin baru. Sebelumnya, Trudeau berkomitmen untuk memimpin Partai Liberal hingga pemilu yang dijadwalkan pada Oktober 2025.
Namun, tantangan besar juga datang dari tekanan eksternal, termasuk ancaman tarif sebesar 25 persen yang diajukan oleh Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump.
Sebaliknya, Wakil Perdana Menteri Kanada Chrystia Freeland telah lebih dulu mengundurkan diri pada bulan Desember lalu setelah berselisih pendapat dengan Trudeau mengenai cara menghadapi kebijakan Trump.
Trudeau melakukan perombakan kabinet besar-besaran pada akhir tahun lalu, mengganti sepertiga dari anggotanya untuk mengatasi kekacauan politik.
Sejak mengambil alih kekuasaan pada tahun 2015, Trudeau telah memimpin Partai Liberal untuk memenangkan dua pemilu, yaitu pada tahun 2019 dan 2021. Dia juga mencatat berbagai pencapaian penting, seperti reformasi Senat, perjanjian perdagangan baru dengan Amerika Serikat, serta penerapan pajak karbon.
Namun, dalam jajak pendapat terbaru, Trudeau berada 20 poin di belakang pesaingnya, Pierre Poilievre yang merupakan pemimpin Partai Konservatif.
You must be logged in to post a comment Login