NORTON NeWS – Tangerang, 07 Desember 202, Kayu merupakan salah satu sumber daya alam paling serbaguna di dunia, Jika digunakan pada furniture, interior, dan bahan bangunan, material kayu ini dapat tahan lama, dapat didaur ulang, indah, dan memiliki jejak karbon lebih rendah dibandingkan bahan lainnya. Meningkatnya kesadaran akan manfaat kayu bagi lingkungan dan mencegah perubahan iklim, dikombinasikan dengan kemajuan teknologi dan manufaktur kayu telah menjadikan desain dan bangunan kayu yang tidak hanya memungkinkan tetapi juga aman dan hemat biaya.
Kayu dengan jenis dan teknologi saat ini dapat menggantikan beton untuk bangunan, Pada sisi desain kayu dapat memberikan kenyamanan, keindahan, dan merupakan material terbarukan. Namun material kayu yang diperoleh dari sumber yang tidak berkelanjutan tentu berpotensi merusak kelestarian hutan dan berdampak terhadap perubahan iklim. Selain itu masih banyak aspek yang perlu diketahui bagi para pelaku indusrtri khususnya para designer interior, furniture dan konstruksi dalam memilih material kayu untuk itu pada hari ini Himpunan Desainer Mebel Indonesia (HDMI), PRADITA University dan Forest Stewardship Council (FSC) melakukan kolaborasi dalam bentuk memberikan edukasi berupa seminar dengan tema “Mengenal Material Kayu Dari Sumber Yang Berkelanjutan Sebagai Solusi Iklim Bagi Desain Furnitur, Interior, dan Konstruksi” di Auditorium PRADITA University – Summarecon Sepong Tangerang.
David Lorenzo – Managing Director HAFELE Indotama, Hartono Prabowo – Technical Director FSC Indonesia, Prof. Dr. Ir. Naresworo Nugroho, MS – Dekan Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University, Simon Petrus H S – Project Specifier Head Sampoerna Kayu dan Oktavianus Marti Nangoy, S.Sn., M.Ds – Himpunan Desainer Mebel Indonesia dan Dosen PRADITA University, Isra Ruddin – Direktur Utama IRCOMM Norton Capital, sedang foto bersama dengan setelah sesi Seminar Kolaborasi Edukasi HDMI, FSC® dan PRADITA University Kenalkan Material Kayu Berkelanjutan Sebagai Solusi Iklim Bagi Desain Furnitur berlangsung dan menerima piagam yang diserahkan oleh
Boike Janus Anshory, S.Sn., M.Ds – Kepala Program Studi Desain Interior PRADITA University.
Ira Samri – Ketua HDMI, Mengungkapkan “Sebagai seorang desainer, arsitek, pembangun atau pengembang, perlu mengetahui mana saja material kayu yang digunakan berasal dari hutan yang dikelola secara bertanggung jawab serta perlu juga mengetahui peraturan perundang-undangan terkait dengan perlindungan habitat satwa liar, melindungi sungai, danau, dan siklus kehidupan manusia dari dampak berbahaya akibat perubahan iklim. Untuk itu hari ini kami berkolaborasi dengan PRADITA University dan FSC Indonesia guna melalukan edukasi yang tepat sasaran.”
Prof. Dr. Ir. Richardus Eko Indrajit – Rektor PRADITA University, Menyatakan “Dalam konteks penggunaan kayu berkelanjutan sebagai solusi untuk perubahan iklim, ada beberapa aspek penting yang harus diperhatikan. Pertama, sumber kayu harus berasal dari hutan yang dikelola secara berkelanjutan, di mana penebangan dilakukan dengan mempertimbangkan regenerasi dan keanekaragaman hayati. Kedua, proses pengolahan kayu harus ramah lingkungan, minim penggunaan bahan kimia berbahaya, dan efisien dalam konsumsi energi. Ketiga, desain produk, baik dalam industri furnitur maupun konstruksi, harus mengutamakan prinsip keberlanjutan, mencakup durabilitas, kemudahan perbaikan, dan potensi daur ulang. Keempat, pendekatan ini juga harus memperhitungkan aspek sosial, seperti mendukung ekonomi lokal dan memastikan praktek perdagangan yang adil. Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini, penggunaan kayu berkelanjutan tidak hanya membantu mengurangi dampak negatif terhadap iklim, tetapi juga membuka jalan bagi inovasi dan keberlanjutan dalam industri furnitur dan konstruksi.”
Dalam acara seminar yang dilakukan secara hybrid dan diikuti oleh para anggota HDMI diseluruh pelosok Indonesia, Komunitas Arsitek dan desainer interior juga dihadiri oleh para mahasiswa yang mana acara ini dijadikan sebagai General Studium PRADITA University. Narasumber seminar hari ini merupakan para ahli yang berkompeten dibidangnya masing-masing, diantaranya:
- Dr. Ir. Naresworo Nugroho, MS : Dekan Fakultas Kehutanan & Lingkungan IPB University
- Oktavianus Marti Nangoy : Anggota HDMI & Dosen PRADITA University
- Hartono Prabowo : Technical Director of FSC Indonesia
- David Lorenzo : Managing Director of HAFELE Indotama
- Simon Petrus H S : Project Specifier Head of Sampoerna Kayoe
Hartono Prabowo – Technical Director FSC Indonesia, Menjelaskan “Kami di FSC memberikan jaminan bahwa material kayu yang digunakan berasal dari hutan yang dikelola dengan standar yang ketat. FSC menyeimbangkan kebutuhan seluruh pemangku kepentingan hutan dari sisi ekonomi, sosial dan ekologi sehingga hutan memberikan solusi untuk masalah iklim untuk generasi mendatang.”
Hartono Prabowo – Technical Director FSC Indonesia menerima sertifikat sebagai narasumber seminar Material Kayu Berkelanjutan Sebagai Solusi Iklim Bagi Desain Furnitur, Interior, dan Konstruksi yang diberikan oleh Boike Janus Anshory, S.Sn., M.Ds – Kepala Program Studi Desain Interior PRADITA University di PRADITA University Auditorium – Tangerang.
Prof. Dr. Ir. Naresworo Nugroho, MS, Dekan Fakultan Kehutanan dan Lingkungan IPB University, Menambahkan “Kayu untuk mebel dan bangunan merupakan material yang tahan lama dan ramah lingkungan selama menerapkan teknologi yang tepat. Tentu tidak mudah untuk mengubah pemahaman bahan baku kayu sebagai material yang kuat untuk mebel dan bangunan. Oleh karena itu saya menyambut baik program edukasi yang berdampak positif terhadap hutan dan lingkungan.”
You must be logged in to post a comment Login