Nasional

27 Tahun Berjuang Untuk Hutan Indonesia, Chanee Kalaweit Ungkap Kondisi Alam yang Tak Bisa Lagi Diabaikan

Jakarta, Norton News- Pendiri Kalaweit Foundation, Chanee Kalaweit, kembali muncul melalui video terbaru di kanal YouTube Chanee Kalaweit Indonesia. Ia menyampaikan situasi terkini terkait kondisi lingkungan Indonesia dan menegaskan bahwa kerusakan alam kini berdampak langsung pada masyarakat.

Chanee membuka pernyataan dengan mengingatkan pentingnya investasi dalam perlindungan alam. Ia mengatakan bahwa menjaga hutan berarti menjaga masa depan. “Kalau kita berinvestasi dalam kerusakan alam, ya tentu saja kita akan menuju bencana,” ujarnya dalam video tersebut. Ia menyebut bahwa banyak saudara di Sumatra kini merasakan dampak itu secara nyata.

Chanee kemudian menyinggung pengalaman lebih dari dua dekade bekerja di Indonesia. Ia mengungkapkan bahwa hubungan antara Kalaweit dan Kementerian Kehutanan pernah hampir terputus. “Selama sembilan tahun, kami tidak hanya dicuekin. Kami ditekan dan dibatasi bahkan dalam hal yang kami unggah di media sosial,” kata Chanee. Menurutnya, dialog praktis tidak berjalan sama sekali pada periode itu.

Situasi mulai berubah satu tahun terakhir. Chanee menjelaskan bahwa komunikasi dengan Kementerian Kehutanan kembali terbuka dan menjadi ruang diskusi konstruktif. Ia menceritakan momen ketika Menteri Kehutanan datang langsung ke lokasi program Kalaweit. Dalam kunjungan itu, Chanee mengajak menteri terbang menggunakan pesawat ringan untuk melihat bekas tambang batubara yang dibiarkan menjadi danau, kebun sawit yang berada di kawasan hutan, serta habitat orangutan yang kian terdesak. “Baru kali ini ada dialog terbuka empat mata tentang kondisi di lapangan,” ucapnya.

Meski optimis, Chanee mengingatkan bahwa pemulihan lingkungan tidak bisa mengandalkan NGO atau kementerian saja. Ia menyatakan perlunya penegakan hukum yang lebih kuat dan dukungan kebijakan dari level tertinggi. “Kerusakan terjadi selama puluhan tahun. Tidak mungkin selesai dalam enam bulan atau satu tahun,” katanya.

Kalaweit Foundation sendiri telah bekerja sejak 1997 dalam upaya menjaga keanekaragaman hayati Indonesia. Berdasarkan informasi resmi organisasi, mereka menyelamatkan hutan dari deforestasi, bekerja bersama masyarakat lokal, dan merawat satwa liar korban perdagangan. Di Kalimantan dan Sumatra, ancaman terbesar berasal dari ekspansi sawit serta meningkatnya penambangan nikel, batubara, dan emas.

Chanee menutup pesannya dengan ajakan untuk bersama menjaga alam Indonesia. Ia menegaskan bahwa masa depan generasi mendatang bergantung pada keputusan yang diambil hari ini. “Alam sudah cukup mengingatkan kita akhir akhir ini,” ujarnya.

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Batalkan balasan

You May Also Like

Otomotif

JAKARTA, NORTON NEWS – Seiring dengan bocoran gambar yang diduga kuat merupakan Mobil keluaran terbaru yaitu Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid, sejumlah diler di...

Scholar

Oleh: Mikhael Yulius Cobis, Mahasiswa Program Doktoral Universitas Sahid Jakarta Editor: Rudi, NORTON News Stuart Henry McPhail Hall, FBA yang biasa dikenal dengan Stuart...

Nasional

Berasal dari bahasa sunda nama Curug berasal dari dua suku kata yaitu "Cur" yang berarti cai atau air, dan kata "Rugu" yang artinya ngocor...

Copyright © 2022 - 2024 Norton News. All Rights Reserved.